Viber akan jadi kuda hitam di kancah instant messaging
Merdeka.com - Ada banyak berita mengagumkan mengenai aplikasi chatting di Asia dan juga dunia. WhatsApp baru saja mengumumkan sudah memiliki lebih dari 350 juta orang pengguna aktif per bulan. Line sudah punya lebih dari 280 juta pengguna terdaftar, dan KakaoTalk juga sudah mencapai angka 100 juta pengguna.
Tapi media internasional sering mengabaikan Viber yang baru-baru ini mengumumkan sudah memiliki lebih dari 200 juta pengguna terdaftar.
Di Vietnam, Viber adalah platform yang mendominasi. Tiap pengguna smartphone di Vietnam rata-rata punya Viber. Dibandingkan KakaoTalk dan Line (tidak diketahui angka untuk WhatsApp) yang hanya memiliki tiga sampai empat juta pengguna, dan aplikasi chatting Vietnam, Zalo, yang hanya punya lima juta pengguna, Viber unggul dengan memiliki tujuh juta pengguna di Vietnam.
Ada beberapa alasan di balik ini: 1) Viber adalah salah satu pionir di Vietnam, 2) aplikasinya sangat sederhana, 3) gratis, 4) dan menyediakan fitur free call, yang sangat disukai oleh masyarakat Vietnam.
Keempat faktor tersebut tidak diragukan lagi adalah alasan mengapa Viber mampu mencapai angka 200 juta pengguna secara global tanpa disadari oleh orang-orang di Silicon Valley yang sangat berfokus pada WhatsApp.
Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya