Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Vapor bikin remaja makin kecanduan karena mengandung nikotin

Vapor bikin remaja makin kecanduan karena mengandung nikotin Vaping. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika banyak yang berpikir bahwa vaping, atau menyedot rokok elektrik yang dikenal dengan vapor, mereka akan terjerat dari rokok, mereka salah.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics, seperti yang dikutip dari The Verge, mereka yang menggunakan vapor dengan konsentrasi nikotin lebih tinggi akan cenderung tetap merokok rokok biasa. Buruknya, kebiasaan vaping juga masih berlanjut. Studi ini mengambil subjek ratusan siswa SMA di Los Angeles yang vaping secara reguler.

Kebanyakan orang beralih dari rokok dengan melakukan vaping. Namun kenyataannya, mereka tetap merokok. Menurut para ilmuwan, nikotin-lah yang jadi penyebabnya.

Seperti yang diketahui, liquid dari vaporizer juga mengandung nikotin. Bedanya dengan rokok, merokok vapor tidak membuat kita terpapar bahaya tar karena vapor tidak memiliki kandungan berbahaya tersebut.

Vapor sendiri sudah terbukti secara ilmiah tidak bebas risiko. Berbagai risiko seperti meningkatkan risiko penyakit jantung dan juga kanker, membuat vapor mirip seperti rokok biasa.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP