Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Untuk darurat, Uber lebih dipercaya ketimbang ambulan

Untuk darurat, Uber lebih dipercaya ketimbang ambulan Ilustrasi Uber. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika ada kecelakaan, atau keadaan gawat darurat lainnya, biasanya kita menelepon 118 atau 119 untuk memanggil ambulan. Namun ternyata fenomena ini sudah berubah dengan menanjaknya tren taksi online.

Menurut penelitian yang dimuat Mashable, seorang profesor dari Departemen Ekonomi dari University of Kansas bernama David Slusky, menyebut bahwa di AS penggunaan ambulan ternyata turun ketika Uber diperkenalkan sejak 2013 lalu. Hal ini juga diperkuat data dari Departemen Kesehatan Scripps Mercy Hospital di San Diego, California.

Setelah meninjau semua data, setelah masuknya taksi online seperti Uber, jumlah penggunaan ambulan per kapita turun tujuh persen.

Hal ini diduga disebabkan karena biaya panggil ambulan yang ternyata cukup mahal, ketimbang menaiki Uber yang cukup murah dan praktis. Meski tentu naik Uber sama sekali tak menjamin adanya perlengkapan medis yang mumpuni.

Selain itu, menurut sang profesor, menaiki taksi online tak membuat penumpang harus datang ke rumah sakit terdekat, namun datang ke rumah sakit yang lebih bisa ia percaya.

Selain itu tentu alasan paling masuk akal adalah banyaknya armada Uber yang membuat proses tunggu tak lama.

Mengenai hasil penelitian ini, juru bicara Uber bahkan mengirimkan pernyataan kepada Mashable.

"Kami bersyukur layanan kami telah membantu orang mencapai tujuan mereka ketika sangat dibutuhkan," ungkap sang juru bicara Uber. "Namun perlu dicatat bahwa Uber bukan pengganti penegak hukum atau profesional di bidang medis. Jika terjadi gawat darurat, kami selalu mendorong orang untuk menelepon nomor telepon darurat," tambahnya.

Bagaimana menurut Anda? Apakah hal semacam ini juga terjadi di negara kita?

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP