Twitter pede rupiah melemah, pengiklan bakal berdatangan
Merdeka.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika membuat perusahaan mati-matian memperjuangkan bisnisnya agar tak digilas kerugian. Misalnya saja memangkas anggaran untuk promosi. Nah, fenomena itu bagi Twitter merupakan peluang yang semestinya bisa digarap.
"Keadaan ekonomi yang kurang baik, bagi kami ini sebuah peluang yang harus bisa dimanfaatkan Twitter," ujar Country Business Head, Twitter Indonesia, Roy Simangunsong di Jakarta, Selasa (1/9).
Dirinya pun sesumbar jika keberadaan kantor Twitter di Indonesia akan menjadi prioritas bagi pengiklan di situasi ekonomi yang sulit seperti ini. Keyakinannya itu lantaran, Twitter memiliki keunggulan untuk menjangkau target market yang diinginkan pengiklan.
"Kami yakin Twitter akan menjadi bagian dari strategi para pengiklan untuk menjangkau marketnya," kata Roy. Sayangnya, Roy enggan menyebutkan jumlah pengguna Twitter di Indonesia.
Sejak pembukaan kantor di Indonesia, Maret lalu, Twitter menjalankan beberapa inisiatifnya mulai dari Peta Jakarta dengan Pemda DKI Jakarta, Kampanye Ramadhan yang menghasilkan 20 persen percakapan global berasal dari Indonesia, hingga gerakan "Nyalakan Indonesia". (mdk/lar)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya