Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trafik data 'paksa' tarif suara tak turun signifikan

Trafik data 'paksa' tarif suara tak turun signifikan Ilustrasi smartphone. ©Shutterstock/Kostenko Maxim

Merdeka.com - Kementerian Kominfo dan regulator telah menetapkan tarif interkoneksi baru. Implementasi dari tarif tersebut menunggu daftar penawaran interkoneksi dari operator non dominan di luar Telkom dan Telkomsel.

Yang menarik dicermati adalah penurunan tarif suara tidak signifikan, bahkan rata-rata hanya di bawah 5 persen. Hal ini cukup disayangkan, karena layanan tersebut kurang diminati sehingga seharusnya malah menurunkan tarif, apalagi kebanyakan operator sudah menggunakan jaringan IP untuk menyediakan layanan voice.

Menurut anggota BRTI Nonot Harsono, rumusnya sederhana, berapa harga pembelian network lalu berapa volume penjualannya atau trafik telekomunikasi.

"Kalau dalam dua tahun terakhir datar saja maka harga network akan sama, tapi kalau trafik naik, maka seharusnya harga turun. Masalahnya ini yang naik adalah trafik data gratisan," kata Nonot kepada merdeka.com, Senin (17/3).

Trafik data yang tinggi terlihat dari kapasitas network operator yang terpakai mendekati 80 persen sedangkan trafik voice jelas menurun meski tetap masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan operator rata-rata sebesar 50-60 persen.

Penurunan voice dan kenaikan trafik data akan menjadi bom waktu bagi operator mengingat tarif voice tetap tak bisa terlalu dinaikkan, bahkan turun meski hanya kecil, sementara trafiknya makin berkurang.

Akibatnya, revenue operator dari trafik suara makin berkurang signifikan, sedangkan data belum menghasilkan secara optimal karena banyak yang digratiskan. (mdk/das)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP