Tiga operator seluler dukung pembangunan BTS di perbatasan
Merdeka.com - Sebanyak tiga operator seluler di Indonesia mendukung pembangunan 24 menara telekomunikasi di kawasan perbatasan Kalimantan Timur dengan Malaysia bagian timur, sehingga pemasangan Base Transceiver Station (BTS) segera disiapkan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, M. Jauhar Efendi menyampaikan pada Antara, Senin (14/5) di Samarinda, "Beberapa hari lalu kami melakukan koordinasi dengan tiga operator seluler di Jakarta, yakni Telkomsel, XL dan Indosat. Mereka bahkan tidak sabar dan ingin agar pembangunan menara segera dilakukan."
Pembangunan 24 unit menara telekomunikasi itu terdiri dari dua mata anggaran, yakni 20 unit menara dana berasal dari APBN 2012 melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi, sedangkan pembangunan empat unit menara lainnya merupakan dana dari APBD Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informasi, lanjut Jauhar.
Masing-masing menara yang dana pembangunan dari APBD Kaltim, diestimasikan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 miliar. Dia juga mengatakan, ada lima unit menara pendukung atau penguat sinyal khusus di Kabupaten Malinau. Dana pembangunan lima menara tambahan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Malinau.
Dalam koordinasi dengan tiga operator seluler dan Kementrian Komunikasi dan Informasi beberapa waktu lalu, dibicarakan pula tentang titik koordinat pendirian menara.
Penentuan titik koordinat berdirinya menara merupakan hal penting yang harus dilakukan, jika salah satu pihak asal membangun menara telekomunikasi di kawasan perbatasan tanpa mengetahui titik koordinatm maka menara yang dibangun akan sia-sia, karena tidak sesuai dengan titik yang diinginkan perusahaan seluler.
Sedangkan menara komunikasi yang akan dibangun pemerintah Kaltim antara lain, dua menara dibangun di Kabupaten Malinau, satu unit di Kutai Barat dan satu unit dibangun di Kabupaten Nunukan.
Tiga daerah tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia bagian timur. Masyarakat di tiga daerah tersebut yang memiliki telepon selulersudah tidak sabar untuk memiliki menara komunikasi seluler, pasalnya sejumlah desa di beberapa kecamatan masih banyak yang blankspot, atau tidak mendapatkan sinyal.
Sedangkan 20 menara yang dana pembangunannya dari APBN juga akan dibangun di tiga kawasan perbatasan tersebut, namun diutamakan pada beberapa pulau terluar seperti, Pulau Maratua, Gosong, dan sejumlah desa yang berada di kawasan perbatasan. (mdk/fjr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya