Teroris penyandera mall Kenya direkrut lewat Facebook
Merdeka.com - Dunia dikejutkan ketika sebuah mall di Kenya diserang oleh para teroris yang merupakan bagian dari organisasi Al-Qaidah. Setelah ditelusuri, ternyata sebagian besar teroris ini bergabung dalam penyerangan akibat bantuan dari jejaring sosial.
Seperti yang dilansir oleh Fast Company (25/9), teroris Al-Shabaab yang merupakan bagian dari Al-Qaidah diketahui merekrut banyak anggota dari internet, utamanya melalui jejaring sosial seperti Twitter, YouTube, dan Facebook. Tujuannya adalah untuk merekrut banyak anggota dengan kewarganegaraan Amerika Serikat.
Teroris ini menjaga komunikasi kelompoknya di dunia maya dengan menggunakan bahasa Inggris. Sehingga, kemudian banyak juga warga Amerika Serikat yang tertarik untuk menjadi anggota dari Al-Shabaab.
Dalam beberapa tahun saja, anggota Al-Shabaab bertambah dari kalangan warga blasteran Amerika-Somalia. Kebanyakan anggota dengan latar belakang ini adalah remaja yang memiliki masa lalu kelam saat tinggal di Somalia.
Sebelumnya, sejumlah media internasional menyebut tiga penyandera bersenjata yang menyerang pusat perbelanjaan Westgate di Ibu Kota Nairobi, Kenya, adalah warga Amerika Serikat.
Stasiun televisi CNN dalam akun Twitternya mengatakan: "Menurut sumber di dalam kelompok teror al-Shabaab, tiga tersangka penyerang di mal Nairobi berasal dari Amerika Serikat." (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya