Ternyata Samsung Galaxy S4 tak pantas disebut smartphone terbaik
Merdeka.com - Dalam berbagai uji benchmarking atau kemampuan perangkat secara umum, Samsung Galaxy S4 dinilai sebagai yang terbaik. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya hasil uji ini sudah dimanipulasi oleh Samsung?
Seperti yang dilansir oleh Apple Insider (30/7), hal ini diketahui dari sebuah laporan yang dilansir oleh seorang hacker asal Luxembourg. Dikatakan, bahwa sistem uji benchmarking yang dilakukan oleh aplikasi pihak ketiga ternyata bisa dikibuli Samsung sehingga memberikan penilaian bagus untuk S4.
Laporan ini sendiri dikeluarkan oleh Anand Lal Shimpi dan Brian Klug. Keduanya menguji sebuah S4 yang dilengkapi dengan GPU Exynos 5 Octa SoC.
Dikonfirmasi oleh penelitian lanjutan dari AnandTech, ternyata diketahui bahwa S4 bisa mendeteksi jika perangkatnya digunakan untuk tes benchmarking. Maka, pada saat itu GPU S4 dengan segera mengaktifkan fitur clocking yang sebenarnya tak muncul dalam performa kerja normal S4.
Dijelaskan, pada kerja normal, GPU Exynos 5 Octa hanya berjalan dengan kecepatan 480MHz saja. Namun, ketika menjalankan program uji benchmarking, prosesor tersebut meningkatkan performanya hingga 532Mhz.
"Samsung sendiri tak pernah mempublikasikan seberapa cepat Exynos 5 Octa, jadi belum dipastikan apakah Samsung telah melakukan penipuan," jelas AnandTech.
Selama ini sendiri, dalam berbagai uji benchmarking, Samsung Galaxy S4 memang diyakini sebagai yang terbaik. Perangkat ini selalu muncul sebagai patokan paling atas untuk membandingkan kemampuan smartphone Android. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya