Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Telkomsigma sebut tembus target pendapatan Rp 3 Triliun tahun lalu

Telkomsigma sebut tembus target pendapatan Rp 3 Triliun tahun lalu Media gathering Telkomsigma. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tahun 2016 lalu merupakan tahun ‘monetizing’ bagi Telkomsigma. Pada tahun tersebut, anak usaha Telkom Group itu berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 3 Triliun. Padahal saat itu kondisi perekonomian mengalami pasang surut, namun perolehan pendapatan dari target yang ditentukan berhasil dicapai.

"Mencapai target itu cukup sulit. Tapi alhamdulillah bisa tercapai," ujar CEO Telkomsigma, Judi Achmadi saat acara media gathering di Jakarta, Kamis (2/3).

Dikatakannya, perolehan pendapatan itu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya sebesar 15 persen. Sementara, Telkomsigma sendiri tumbuh 30 persen. Pencapaiannya ini juga berkat dari pemikiran strategis dan kontribusi dari seluruh stakeholder melalui sinergi Telkom Group.

Pada tahun 2017 ini, mereka meletakan target yang lebih tinggi lagi yakni mampu meraih pendapatan sebesar Rp 4 Triliun. Selain itu, ingin lebih kuat menjadi market leader di industri ICT solutions.

"Di 2017 kita ingin dominasi market dan berharap menjadi market leader. Saat ini kita juga masih menjadi market leader tapi di tahun 2017 bisa lebih mendominasi lagi," terangnya.

Bagaimana dengan strateginya? Ada empat hal utama yang akan disasar untuk bisa menembus target Rp 4 triliun di tahun 2017. Empat hal yang disasar adalah infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Telkomsigma akan berencana investasi besar-besarn di keempat sektor itu.

"Pertama yakni anggaran besar pemerintah ada di infrastruktur. Kita akan membeli perusahaan untuk jadi anak perusahaan yang bergerak di software. Sekarang ada 10 perusahaan. Setelah itu kesehatan melalui e-health, pariwisata dengan e-tourism, dan e-education. Ini jadi sasaran kita untuk meningkatkan pertumbuhan. Kita akan invest besar-besaran," kata dia.

Sayang dari penjabaran strateginya itu, Judi belum bisa menyebutkan total investasi yang akan digelontorkan. Kata dia, itu bisa diketahui setelah ada keputusan dari induk perusahaan. Hanya saja, dari total investasi itu 40 persennya ke sektor infrastruktur.

"Kalau komposisi paling besar infrastruktur mendominasi 40 persen. Sisanya yang lain," jelasnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP