Telkom belum hitung biaya pemulihan Satelit 1
Merdeka.com - Telkom sejauh ini belum mengkalkulasi jumlah biaya akibat anomali yang terjadi pada satelit 1. Menurut Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, terpenting saat ini adalah memulihkan layanan para pelanggannya.
Sebagaimana diketahui, terdapat sekitar 15.019 sites layanan pelanggan Satelit Telkom 1 yang terganggu. Namun, pelan-pelan Telkom mampu memulihkan keadaan tersebut.
“Penyebabnya masih di dalam ekspert Telkom dan rekanan kami. Teknologi satelit sangat rumit. Kami masih menghitung soal itu. Tapi yang terpenting pemulihan layanan pelanggan dulu,” ujarnya belum lama ini.
Sebelumnya, dia mengungkapkan satelit Telkom 1 yang mengalami gangguan tidak akan bisa digunakan kembali. Hal tersebut berdasarkan hasil terkini dari investigasi yang dilakukan secara intensif oleh Telkom bersama Lockheed Martin selaku pabrikan Satelit Telkom.
"Satelit Telkom 1 tidak dapat dioperasikan kembali. Berdasarkan analisis yang mendalam, satelit tidak berfungsi normal, sehingga Lockheed Martin merekomendasikan agar dilakukan proses shut down untuk Satelit Telkom 1. Hal ini dilakukan untuk menghindari interferensi dengan satelit lain," kata Alex.
Saat ini Telkom telah berhasil menyelesaikan pemulihan konektivitas sebanyak 14.689 sites dari total 15.019 sites layanan pelanggan Satelit Telkom 1. Sehingga, sebanyak 98 persen layanan konektivitas pelanggan telah berfungsi normal dan Telkom optimis akan tuntas 100 persen pada malam ini.
"Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa upaya kami dalam memulihkan seluruh layanan pelanggan yang terkena dampak anomali Satelit Telkom 1 sesuai dengan komitmen. Kami optimis malam ini seluruh konektivitas site dapat kembali pulih,” ungkapnya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya