Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teknologi enabler, disruptive soal cara berpikir

Teknologi enabler, disruptive soal cara berpikir Menkominfo Rudiantara. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Di zaman yang serba disruptive, pelaku industri hendaknya mampu mengantisipasi hal itu dalam pengembangan industrinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Menurutnya, bila banyak keberadaan teknologi men-disruptive, sebenarnya bukanlah semata-mata karena teknologi saja. Melainkan daya pikir yang mampu memanfaatkan teknologi.

“Teknologi sendiri hanya enabler, yang berubah adalah cara pikir. Jadi ajak orang dan talenta untuk selalu mencari cara baru sehingga bisa membuat perusahaan resilience terhadap kompetisi,” kata Menteri Rudi yang dilansir dari laman resmi Kemkominfo, Rabu (17/1).

Lebih lanjut dijelaskannya, ke depan ada beberapa teknologi yang bisa digunakan sebagai enabler. Teknologi itu diantaranya robot, kecerdasaran buatan, Internet of Things, Cloud Computing, Big Data Analytic, 3D printing, dan digital payment systems.

Apalagi kata dia, penggunaan teknologi mutlak diperlukan karena pada tahun 2030 negeri ini mendapatkan bonus demografis. Pertumbuhan ekonomi diprediksikan bakal 2,5 kali lipat dari sekarang. Maka, republik ini bisa dipastikan bakal berpeluang menjadi ekonomi terbesar ke lima di dunia.

“Yang terpenting adalah bagaimana merubah mindset dan pola pikir kita dengan mencari proses baru. Semua perusahaan yang monopoli dan oligopoli akan terdisrupsi oleh cara pikir,” jelasnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP