Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

[Tekmatis] Mesin ketik kini jadi barang peninggalan sejarah

[Tekmatis] Mesin ketik kini jadi barang peninggalan sejarah Ilustrasi mesin ketik. ©Shutterstock/dbannie

Merdeka.com - Sebelum komputer ditemukan, mesin ketik menjadi primadona bagi para pekerja kantor, pelajar dan para penulis. Namun kini, mesin ketik tak lagi jadi primadona.

Pekerjaan yang dulu hanya dapat dilakukan oleh mesin ketik kini dapat dilakukan dengan peralatan yang lebih modern seperti komputer, laptop, tablet bahkan smartphone. Lantas bagaimana nasib mesin ketik saat ini?

Dilansir dari Daily Mail (25/4/2011), Godrej and Boyce, perusahaan mesin ketik terakhir yang ada di dunia telah ditutup sejak bulan April 2011. Perusahaan yang berbasis di India ini hanya menyisakan beberapa ratus unit mesin ketik.

Pada awal tahun 2009 ketika komputer mulai banyak mendominasi, banyak perusahaan pembuat mesin ketik yang memutuskan untuk gulung tikar, kecuali Godrej and Boyce.

Sebagai perusahaan besar, Godrej and Boyce telah beroperasi selama 60 tahun dan berhasil memproduksi dan menjual puluhan ribu unit mesin ketik tiap tahunnya.

Hingga akhir tahun 2009, Godrej and Boyce masih memproduksi 10 ribu hingga 12 ribu unit mesin ketik tiap tahun. Namun sepertinya tahun tersebut menjadi kejayaan terakhir dari Godrej and Boyce.

Pada tahun 2010, penjualan Godrej and Boyce anjlok dengan sangat drastis hingga 800 unit mesin ketik per tahun. Hingga pada tahun 2011 pemilik Godrej and Boyce memutuskan untuk menutup perusahaan tersebut.

Tanpa adanya perusahaan yang membuat mesin ketik, dapat dipastikan bahwa mesin ketik kini telah menjadi benda peninggalan sejarah. (mdk/fra)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP