Tanggapi wacana 5G, Menkominfo: Model bisnis lebih penting
Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menegaskan kembali soal wacana penerapan teknologi 5G di negeri ini. Menurutnya, yang lebih harus diperhatikan adalah soal keberlanjutan bisnisnya. Hal ini termasuk model bisnis yang dilakukan oleh operator selular.
"Kalau saya lebih melihat soal sustainable bisnisnya daripada kekinian teknologi. Model bisnis yang bersifat makro, lebih enak di bawa ke DPR untuk di bicarakan," kata dia saat acara ulang tahun Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) ke 22 di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (1/12).
Meskipun begitu, bukan berarti dia tak menerima adanya teknologi baru. Perkembangan teknologi tak bisa dibendung. Namun, bagi dia, yang terpenting adalah bagaimana teknologi itu juga bisa membuat operator selular dan masyarakat yang menggunakannya memiliki manfaat dari teknologi tersebut.
"Di Jepang saja penerapan teknologi 5G baru akan dimulai pada 5 tahun mendatang atau pada tahun 2020. Itu juga mereka gak bisa lepas dari adanya soal political," katanya.
Sekadar informasi, keunggulan 5G di antaranya memiliki kapasitas tinggi, latency rendah, jumlah koneksi yang lebih banyak, dan layanan barunya. Lalu lintas data dalam sebuah area unit jaringan 5G adalah 1000 kali lipat dari jaringan 4G, tingkat akses pengguna bisa meningkat 10 hingga 100 kali lipat, dan kapasitas akses mencapai 50 miliar.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya