Tambah investasi 100 juta dollar, OMI genjot pengadaan mesin
Merdeka.com - Omron Manufacturing Indonesia (OMI) memulai ekspansi dengan tambahan investasi sebesar US$100 juta. Ekspansi yang dilakukan secara bertahan selama lima tahun tersebut, akan meningkatkan angka penjualan sebesar 200 persen, menjadi US$300 juta.
Tambahan investasi sebesar US$100 juta itu, 25 persen akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pabrik, dan 75 persen untuk pengadaan mesin-mesin. Sumber dananya berasal dari ekuitas perusahaan dan kredit dari beberapa bank di Jepang.
Presiden Direktur OMI Irawann Santoso mengemukakan, dari investasi itu, saat ini OMI tengah membangun satu line otomation center yang akan rampung dan mulai beroperasi tahun 2016.
"Di tahun-tahun berikutnya, akan dibangun beberapa line lagi. Ekspansi itu akan meningkatkan angka rata-rata penjualan OMI yang pada tahun 2014 mencapai US$100 juta," kata Irawan dalam keterangan resminya kepada Merdeka.com, Jumat (13/11).
Penambahan line baru itu juga akan diikuti dengan penambahan karyawan baru. Dalam lima tahun mendatang, diperkirakan akan ada tambahan karyawan sebanyak 1500 orang.
Sementara saat ini, jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaan komponen elektronik itu berjumlah 2600 orang. Semua line baru akan dibangun di kawasan industri EJIP, Kabupaten Bekasi, seluas tujuh hektar.
Sekadar informasi, OMI merupakan perusahaan PMA, fokus pada produksi komponen elektronik yang berbasis teknologi sensing dan control. Produk yang dihasilkan dikategorikan ke dalam lima jenis, dengan konsumen yang berbeda.
Pertama, social system, seperti alat pemindai tiket di stasiun-stasiun KRL. Kemudian sistem otomasi mesin-mesin industri, komponen elektronik pada produk otomotif, peralatan kesehatan dan peralatan rumah tangga. Produk-produk OMI tersebut, 90 persen di antaranya diekspor ke berbagai negara, terutama China, Eropa dan Amerika Serikat. (mdk/lar)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya