Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suksesnya TikTok, Buka Kantor di Silicon Valley dan 'Bajak' Karyawan Facebook

Suksesnya TikTok, Buka Kantor di Silicon Valley dan 'Bajak' Karyawan Facebook Ilustrasi TikTok. ©2019 theverge.com

Merdeka.com - TikTok kini adalah aplikasi yang sedang naik daun. Kesuksesannya pun tak bisa diragukan.

Platform video 3 hingga 15 detik ini jadi aplikasi paling banyak diunduh di AS tahun 2018 lalu. Di Februari lalu, TikTok dan Douyin yang merupakan TikTok versi Tiongkok menyentuh 1 miliar unduhan secara global.

Kali ini, TikTok pun menyeruak jadi raksasa teknologi papan atas setelah berpindah kantor ke area Silicon Valley.

Berdasarkan laporan CNBC via Business Insider, TikTok kini berkantor di Mountain View, California.

Area ini terkenal sebagai tempat markas Google berada. Selain itu, area ini hanya beberapa menit saja dari markas Facebook di Palo Alto.

TikTok sendiri disebut menempati kantor bekas karyawan WhatsApp berkantor.

TikTok 'Bajak' Karyawan Facebook

karyawan facebookRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut laporan CNBC yang sama, TikTok juga memburu karyawan Facebook. Aplikasi yang sempat viral di Indonesia ini mempekerjakan lebih dari dua lusin karyawan Facebook sejak 2018 lalu.

Menurut salah satu sumber CNBC yang merupakan karyawan TikTok, perusahaan mereka menawarkan gaji yang 20 persen lebih tinggi daripada yang Facebook tawarkan, untuk menarik karyawan berpengalaman dari raksasa jejaring sosial tersebut.

Tak cuma Facebook, TikTok juga dilaporkan mempekerjakan karyawan dari Apple, Google, Hulu, Snap, dan perusahaan teknologi papan atas lainnya selama periode pertumbuhannya yang luar biasa ini.

Facebook Terancam TikTok?

tiktokRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Facebook sendiri belum bisa terkalahkan secara pemasukan keuangan, apalagi oleh TikTok. Namun Facebook nampaknya menyadari ancaman yang datang dari segmentasi yang dicakup aplikasi ini.

Akhirnya pada bulan November tahun lalu, Facebook meluncurkan Lasso. Ini adalah aplikasi video besutan Facebook yang identik dengan TikTok. Masalahnya, kesuksesan belum diraih oleh aplikasi ini.

Berdasarkan prediksi dari firma teknologi Sensor Tower, aplikasi ini baru diunduh 420.000 kali. Jika dibandingkan TikTok, angka ini sangat mikro, yakni 500 juta pengguna.

Instagram, yang saat ini juga merupakan besutan Facebook, juga nampak terancam. Karena menurut insinyur aplikasi Jane Manchun Wong, Instagram kini sedang mengembangkan fitur bernama "Clips". Fitur ini dapat menggabungkan video pendek dan menambahkan musik, identik dengan TikTok.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP