Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Smartfren targetkan migrasi frekuensi akhir tahun ini rampung

Smartfren targetkan migrasi frekuensi akhir tahun ini rampung Ilustrasi operator seluler. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, mengatakan tahun ini pihaknya akan memfokuskan untuk menyelesaikan proses migrasi pelanggannya ke frekuensi 850 MHz di band A. Saat ini pelanggan Smartfen masih menempati frekuensi 850 MHz di band B.

"Salah satu fokus kita di tahun ini adalah menyelesaikan proses migrasi," jelasnya saat acara Halal Bi Halal Smartfen dengan awak media di Jakarta, Rabu (27/07).

Proses migrasi ini merupakan ketentuan pemerintah yang merujuk pada keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) saat masih di bawah kepemimpinan Tifatul Sembiring.

Dalam keputusan tersebut, mewajibkan Smartfren mengikuti tata ulang frekuensi 850 MHz serta pindah dari frekuensi 1.900 MHz ke 2.300 MHz dengan mendapatkan alokasi frekuensi sebesar 30 MHz. Nantinya di frekuensi 850 band B yang ditempati Smartfen, bakal digantikan Telkomsel.

"Proses migrasi harus selesai akhir September tahun ini untuk yang 850 MHz. Tapi yang 1.900 MHz akhir tahun ini. Semoga bisa diselesaikan tanpa gangguan berarti dari sisi pelanggan," ucap dia.

Sementara itu, menurut VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir SP, mengatakan, saat ini Smartfen memiliki total pelanggan sebesar 12 juta. Dari total pelanggan tersebut, 2 juta sudah berpindah ke 4G LTE.

Kemudian dari 10 juta penggunanya, 80 persennya masih menggunakan perangkat yang mendukung jaringan CDMA all band, sementara 20 persennya masih menggunakan ponsel dasar.

"Nanti disiapkan program agar pengguna ponsel dasar mau berpindah. Tapi kalau mereka tidak mau ya tidak apa-apa. CDMA ini tidak dimatikan," terangnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP