Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sisi lain pembuatan Pesawat N219 yang perlu Anda Ketahui

Sisi lain pembuatan Pesawat N219 yang perlu Anda Ketahui pesawat N219. ©2015 Merdeka.com/ Dian Rosadi

Merdeka.com - Perancangan serta pembangunan desain struktur pesawat N219 telah selesai dikerjakan. Pesawat hasil karya anak bangsa ini resmi dipamerkan di Hanggar Pesawat PT DI, Kota Bandung, pada Kamis (12/11).

Pembuatan pesawat N219 sudah sepatutnya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sebab seluruh proses pembuatannya dibuat oleh insinyur-insinyur Indonesia. aAda 200 insinyur yang terlibat dalam dalam pembuatan pesawat ini. Ada beragam cerita menarik selama proses pembuatan pesawat yang pengerjaannya dilakukan sejak 2014 ini.

Menurut chief engineer pesawat N219, Palmana Bhanadhi (46), selama proses pembuatan pesawat dirinya banyak berdiskusi panjang dengan anggota tim yang berasal dari berbagai divisi. Mulai dari bagian struktur desain, aerodinamic, struktur analisis, interior dan safety.

" Ini perlu diskusi panjang yang harus kita putuskan sendiri. Yang saya hadapi adalah satu confidence level sebetulnya dari teman -teman. Bagaimana mereka berani untuk mengambil keputusan, ya ini sudah aman dan ini belum (aman)," ujar Palmana kepada Merdeka.com, Kamis (12/11).

Membuat pesawat tentu berbeda dengan transportasi lain sehingga setiap detailnya harus diperhatikan dengan ketelitian tinggi. Bukannya tanpa hambatan, selama proses pembuatan pesawat ini, para engineer sempat mengalami kendala teknis. Bahkan pesawat ini sempat mengalami perubahan desain pesawat.

"Yang tadinya kami menyatakan sudah selesai, namun setelah kita gali lebih panjang ternyata belum benar. Yang membuat teman-teman di desain sendiri cukup stres. Itu pada saat tahap desain," katanya.

Bahkan, karena hal itu pula membuat sejumlah anggota tim sempat putus asa hingga bersitegang.

"Kita sudah keluarkan desainnya, tapi ketika ada teman-teman yang melakukan verifikasi lagi , dicek lebih dalam, ternyata kita harus ganti desain baru. Itu membuat beberapa grup ini saling bersitegang. Karena masing-masing merasa desain saya sudah selesai," ungkapnya.

Kondisi ini membuat Palmana bersama timnya harus mendesain kembali (redesign) pesawat. Padahal di sisi lain, ada bagian lain pesawat yang harus dikerjakan. Akhirnya dengan persetujuan dari direksi, desain pesawat pun dirombak kembali.

"Itu yang kemudian saya harus minta izin ke direktur. Saya minta waktu 3 bulan dari bulan Februari untuk meredesign struktur bagian landing. Ya alhamdulillah beliau menerima. Akhirnya bulan April selesai," katanya.

Tak hanya itu dalam proyek ini juga tak melibatkan technical assistant. Technical assistant ini yang bertugas melakukan kalkulasi menyeluruh terhadap pesawat. Tugas ini seluruhnya dilakukan oleh anggota tim.

"Ini yang memang harus terjadi karena memang kita gak ada technical assistent. Dan memang harus teman-teman sendiri yang menghitung dan perdebatan itu hampir setiap hari ada," ucapnya.

Namun semua perjuangan itu terbayar sudah. Perancangan dan pembangunan desain struktur pesawat N219 telah selesai dikerjakan. Pesawat ini patut diapresiasi sebab seluruh proses pembuatannya dilakukan oleh para insinyur Indonesia tanpa melibatkan dari luar.

"Kalau sebelumnya mungkin kita ada kerjasama dengan negara-negara luar kemudian ada dukungan dari technical assistant, sekarang ini pure didesain, dirancang, dihitung, dikalkulasi, diuji oleh insinyur indonesia. Dibuatnya pun oleh orang Indonesia," ujar dia menandaskan

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP