Setahun di luar angkasa, astronot ini rindu sentuhan manusia
Merdeka.com - Tinggal di luar angkasa adalah pencapaian yang sangat hebat, namun di sisi lain juga membuat sengsara. Contohnya adalah pengalaman dari astronot Amerika, Scoot Kelly, yang baru saja menuntaskan misi 340 hari di stasiun luar angkasa ISS.
Setelah sampai di Bumi tanggal 2 Maret lalu, astronot Kelly bisa menceritakan kisahnya di ISS selama hampir satu tahun. "Meninggalkan ISS akan sangat sulit, karena aku mungkin tidak akan melihatnya lagi. Tetapi, tentu aku sangat menanti bisa kembali ke Bumi," ujar Kelly, seperti yang dikutip Phys.org.
Astronot Kelly mengatakan ada satu hal yang paling membuatnya ingin segera pulang, yakni sentuhan manusia. "Aku pikir hal tersulit berada di ISS adalah terisolasi secara fisik dari orang-orang yang penting bagimu. Kontak dengan manusia lain, orang-orang yang kau cintai di Bumi, keluarga dan sahabat-sahabatmu," lanjut Kelly.
Sayangnya, saat kembali ke Bumi, dia merasakan efek samping terlalu lama di lingkungan tanpa gravitasi yang membuatnya sulit melakukan kontak dengan orang lain.
"Aku memiliki masalah pada kulitku, semua akibat aku tidak menyentuh banyak hal selama dalam waktu lama. Kulitku menjadi sangat sensitif. Rasanya seperti terbakar saat harus berjalan atau duduk," keluh mantan pilot di Angkatan Laut Amerika ini.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya