Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangan DDoS meningkat selama Q1 2017

Serangan DDoS meningkat selama Q1 2017 Ilustrasi Virus Komputer. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama kuartal pertama 2017, serangan online di dunia ini diam-diam meningkat. Berdasarkan laporan dari Verisign, ada peningkatan ukuran serangan Distributed Denial of Service (DDoS) sebesar 26 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun dari sisi rata-rata jumlah serangan memang terjadi penurunan sekitar 23 persen.

Secara keseluruhan rata-rata ukuran serangan puncak sudah terlihat lebih besar sejak Q1 2016, dengan besaran serangan puncak lebih dari 10 Gigabits per detik (Gbps). Volumetrik terbesar dan intensitas tertinggi dari serangan DDoS yang diamati oleh Verisign pada Q1 2017 adalah serangan multi-vektor yang memuncak lebih dari 120 Gbps dan sekitar 90 juta paket per detik (Mpps). Serangan ini menyebabkan banjir trafik ke jaringan target (serangan) melebihi 60 Gbps selama lebih dari 15 jam.

Serangan ini menjadi perhatian karena penyerang melakukan secara gigih dengan mengirimkan trafik serangan setiap hari selama lebih dari dua minggu. Data Verisign juga menyebutkan bahwa ada tiga target sektor yang diincar yakni layanan TI, layanan keuangan, dan media. Dari ketiganya itu layanan TI baik itu cloud dan software as a service (SAAS) yang diincar. Disusul layanan keuangan dan media.

Industri IT/Cloud/SaaS, yang mewakili 58 persen dari aktivitas mitigasi, adalah industri yang paling sering menjadi target incaran selama sepuluh kuartal berturut-turut. Industri sektor keuangan mengalami serangan DDoS paling tinggi kedua, sebanyak 28 persen dari aktivitas mitigasi. Ini merupakan peningkatan yang besar jika dibandingkan dengan 7 persen mitigasi pada kuartal sebelumnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP