Seorang pemulung yang berani lantang kritik pejabat negara
Merdeka.com - Memang tidak sedikit dari orang-orang di Indonesia pada khususnya sering melontarkan kritik terhadap kinerja pejabat atau juga kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun sayangnya, dari banyaknya orang yang memberikan kritik baik yang membangun atau yang pedas datang dari para elit politik sebagai serangan terhadap lawan mereka.
Akan tetapi, salah satu dari beratus-ratus orang yang sudah geram terhadap apa yang terjadi di Indonesia dan berasal dari kalangan bawah berani bertindak dengan memberikan kritik pedas berupa tulisan-tulisan satir di tembok di daerah Jakarta Selatan.
Orang yang sudah berumur bernama Nur ini adalah seseorang yang setiap harinya hidup di bawah kolong jembatan. Dia memiliki keberanian untuk melakukan sindiran keras dan pedas mulai dari pejabat pemerintah sampai dengan ulama.
Pak Nur ini selain kritis, dia juga memiliki jiwa seni yang dituangkannya di tembok di sekitar Pasar Minggu. Tentu saja, apa yang dituliskannya tersebut memantik sejumlah pemuda untuk mewawancarai dan mengabadikan hasil karyanya.
Dari hasil wawancara itu, pemilik account di YouTube bernama Indonesian Street Art Database mengunggahnya di situs video streaming tersebut.
Tanpa disangka, video yang diunggah itu mendapatkan apresiasi dari para pengguna YouTube dengan membubuhkan komentar positif. Bahkan dari penjelasan pihak Indonesian Street Art Database, apa yang dilakukan oleh Pak Nur ini menjadi pembicaraan hangat di London Street Art juga di website bernama Juxtapoz dari San Francisco, California.
Selain di YouTube, ada pula video serupa namun tak sama diunggah di situs berbagi video streaming lainnya, Vimeo .
Pak Nur ini bukanlah sosok yang memiliki kekayaan berlimpah. Dia hanya seorang pemulung yang berani berteriak melalui karya seni berupa tulisan satir berisikan pesan moral.
) (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya