Sensor sidik jari iPhone 5S justru bahayakan penggunanya
Merdeka.com - Munculnya fitur keamanan sensor sidik jari di iPhone 5S justru malah membuat calon pembelinya merasa lebih terancam keselamatannya.
Seperti dilansir Mashable (15/9), dilaporkan jika calon pembeli handset mewah Apple tersebut mengeluhkan kekhawatiran akan keselamatan dirinya setelah membeli iPhone 5S nantinya.
Kekhawatiran tersebut sendiri berasal dari ketakutan mereka jika iPhone 5S milik mereka dicuri. Jika sebelum adanya fingerprint sensor atau sensor sidik jari ini pencuri hanya mengambil handset iPhone dan pergi, maka setelah iPhone 5S dilengkapi dengan sistem keamanan tersebut, bukan tidak mungkin jika pencuri akan mencuri sekaligus memotong jari pemiliknya agar bisa membuka lock screen dari iPhone 5S.
Akan tetapi, pihak Apple sendiri sudah merespon kekhawatiran calon pembeli iPhone 5S produksinya tersebut dengan menjelaskan jika sensor sidik jari iPhone 5S ini telah dilengkapi teknologi bernama RF capacitive sensor.
RF capacitive sensor ini sendiri berfungsi untuk membedakan mana jari yang masih terhubung dengan tangan atau jari yang sudah terputus dari tangan dengan menganalisis menggunakan kode biometrik tertentu.
"RF capacitive sensor teknologi dibangun dengan cara memastikan sidik jari yang diambil harus dari jari hidup," kata Sebastien Taveau, kepala Kantor Teknologi Sensor Validitas, yang bekerjasama dengan Apple.
"Tak seorang pun ingin berbicara tentang jari yang dipotong, tapi pada akhir hari kami masih diminta untuk menghapus kekhawatiran konsumen dan memastikan bahwa mereka memahami bahwa jari yang terputus tidak akan bekerja (di sensor sidik jari iPhone 5S)." imbuhnya. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya