Sempat anggap remeh Facebook, MySpace kini semakin meredup
Merdeka.com - Semua orang yang mempunyai smartphone, pasti mengenal media sosial Facebook. Facebook merupakan perusahaan terbesar di dunia bernilai 300 miliar dollar dan memiliki 1 miliar pengguna aktif setiap harinya.
Namun ternyata, beberapa tahun lalu sebelum Facebook populer saat ini, media sosial ini sempat kesusahan untuk mendapatkan modal. Mark Zuckerberg pernah menawarkan Facebook buatannya ke media sosial MySpace yang dulu sedang booming, namun ditolak mentah-mentah.
Tidak hanya sekali, MySpace menolaknya hingga dua kali. Berawal pada tahun 2004, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, menawarkan kepada CEO MySpace Chris DeWolf untuk bergabung. Mark Zuckerberg hanya menawarkan MySpace mau membeli Facebook dengan harga 75 juta dollar atau sekitar Rp 750 juta saja saat itu.
Setahun kemudian, keduanya kembali bertemu. Lagi-lagi Mark Zuckerberg memberikan penawaran kepada MySpace untuk membeli Facebook dengan harga yang jauh lebih besar, yaitu 750 juta dollar. Namun, Chris DeWolf tetap mengatakan 'tidak'.
Setelah itu, Facebook lama -kelamaan semakin mempunyai nama dan populer. Pada 2007, Microsoft-lah yang setuju dan membeli 1,6 persen dari Facebook dengan harga Rp 240 juta dollar.
Beberapa tahun kemudian, Facebook makin jaya dan pengguna MySpace kebanyakan beralih ke Facebook. MySpace yang sebelumnya merupakan media sosial dengan pengguna sangat banyak, mulai tenggelam. Nama MySpace semakin terpuruk dengan adanya berbagai media sosial lain yang bermunculan, seperti Twitter, Instagram, dan masih banyak lagi.
Sementara nama MySpace meredup, Facebook kini menjadi media sosial yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kebanyakan orang. Sepertinya, CEO MySpace sangat menyesali keputusannya di tahun 2005 dan 2006 lalu. Kini jika Dia mau membeli Facebook harus mengeluarkan uang 300 miliar dollar.
(mdk/lar)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya