Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seks tidak lagi menarik

Seks tidak lagi menarik Ilustrasi © Mamamia.com.au

Merdeka.com - Tidak dapat dipungkiri, seks adalah salah satu hal mendasar yang dapat dikatakan sebagai bumbu kehidupan apalagi bagi orang-orang yang sudah menikah. Namun, di era nirkabel ini ternyata seks tidaklah menjadi suatu hal yang menarik lagi.

Sebenarnya, penelitian semacam ini sudah pernah dilakukan oleh seorang mahasiswa dari University of Chicago juga mengatakan hal yang sama. Mayoritas orang tidak dapat menahan diri untuk tidak membuka account jejaring sosial mereka khususnya Facebook dibanding harus melakukan aktivitas seks mereka.

Penelitian lain yang dilakukan oleh beberapa orang peneliti dari University of Chicago Booth School of Business mendapati kesamaan result. Hasil survei yang didapatkan dari 250 sukarelawan pria dan wanita mengatakan bahwa Facebook dan email lebih menarik dibandingkan seks.

Para sukarelawan yang mayoritas didominasi mahasiswa tersebut mengatakan bahwa mereka masih kuat untuk menahan keinginan untuk melakukan hubungan seks, namun mereka tidak kuat apabila dalam beberapa jam dalam satu hari tidak menyentuh atau mengakses Facebook atau email mereka.

"Kekuatan media seperti jejaring sosial, memeriksa email atau berselancar di internet lebih menggoda daripada berhubungan seks. Hal tersebut dikarenakan pengaksesan account-account tersebut mudah dilakukan di mana saja dan murah dibandingkan dengan seks. Untuk melakukan aktivitas seks, setiap orang harus menemukan waktu, situasi dan saat yang tepat," jelas Wilhelm Hofmann, asisten profesor sekaligus salah seorang yang ikut dalam penelitian ini.

Lebih dari 42% dari para sukarelawan mengatakan mereka tidak dapat terlepas untuk memeriksa smartphone atau tablet yang mereka miliki hanya untuk sekadar melihat apakah ada email atau notifikasi baru untuknya.

Walaupun Hofmann setuju bahwa jejaring sosial adalah salah satu sarana agar setiap orang dapat tetap saling bertegur sapa di dunia maya namun apabila penggunaannya terlalu berlebihan maka hal tersebut juga dapat dikatakan tidak baik.

"Jejaring sosial adalah salah satu yang pengalih perhatian yang kuat. Dalam artian, jejaring sosial seperti Facebook atau juga email dapat membuat orang menyepelekan waktu sekaligus menyita waktu berharga mereka. Imbasnya, kualitas dan produktivitas mereka akan berkurang," jelas Hofmann.

Analisa yang dilakukan oleh seorang pakar media Bob Larose yang juga seorang profesor di Michigan State University, East lansing, Michigan mengungkapkan bahwa kekuatan jejaring sosial dapat mengalahkan hasrat untuk melakukan seks bahkan hanya sekadar untuk mengisi perut. Larose juga menjelaskan bahwa apabila seorang sudah tidak dapat lagi mengontrol hasratnya untuk selalu terhubung dengan account jejaring sosial mereka, maka hal tersebut dapat dikatakan mereka juga tidak dapat mengatur segala aspek dalam kehidupannya.

Walaupun fenomena semacam ini kerap kali dilakukan dan mendapati hasil yang sama, namun seorang direktur dari Annenberg Program on Online Communities, University of Southern California, Los Angeles bernama Karen North memiliki pendapat lain. Dia mengatakan bahwa hasil-hasil tersebut belum dapat dikatakan valid 100% karena kebanyakan mereka yang mengatakan bahwa Facebook atau email lebih menarik daripada seks perlu dikaji lebih mendalam lagi.

North menjelaskan bahwa obyek penelitian rata-rata berstatus single atau tidak memiliki pasangan, sedangkan tidak semua orang-orang yang memiliki pasangan mengatakan hal yang sama. "Hal ini (penelitian tersebut) tidak dapat dikatakan berhasil 100% dan para peneliti tidak boleh terburu-buru menggeneralisasikannya ke semua orang," ungkap North seperti yang dikutip ABC News (28/10).

North juga memberikan sedikit tips untuk mengurangi ketergantungan akan penggunaan sosial media ini, seperti membuat peraturan untuk diri sendiri. Contohnya tidak boleh mengakses jejaring sosial atau email ketika sedang bersama-sama dengan keluarga atau pihak lain pada saat makan malam atau lainnya.

"Setiap orang dapat menerapkan teknik self monitoring. Apabila peraturan dan teknik tersebut dapat dilakukan, maka kemungkinan besar ketergantungan akan jejaring sosial dapat dikikis," jelas North. (mdk/das)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP