Segera tinggalkan layanan Yahoo!
Merdeka.com - Siapa sangka, ternyata selama ini layanan webcam yang disediakan Yahoo! lewat Yahoo! Messenger berbahaya. Agensi mata-mata Inggris, GCHQ, ketahuan mengumpulkan berbagai data dari layanan itu.
Seperti yang dilansir oleh San Jose Mercury News (27/2), hal ini pertama kali dilaporkan oleh Guardian yang menyebutkan bahwa GCHQ mampu melakukan hal itu setelah mendapatkan bantuan dari NSA. GCHQ dan NSA memasuki alur transfer data yang dikirimkan pengguna webcam sehingga bisa mendapatkan datanya.
"Kami tidak mengetahui atau membantah hal ini. Laporan itu, jika memang benar, menunjukkan bahwa memang ada pelanggaran privasi yang tak bisa dibiarkan. Kami meminta pemerintah dari seluruh dunia untuk mengubah hukum penyadapannya dengan mengikuti arahan yang kami buat Desember lalu," sebut juru bicara Yahoo!.
Hingga kini belum jelas berapa banyak pengguna Yahoo! yang jadi korban. Namun, Guardian menyebutkan ada setidaknya 1,8 juta data pengguna Yahoo! yang terekam dalam enam bulan di 2008 ketika GCHQ melancarkan aksinya.
Program ini sendiri berakhir pada 2012 karena GCHQ membatasi analisnya. Namun, GCHQ masih mencari foto-foto seputar pengguna yang dianggap mirip dengan target buruan mereka.
(mdk/nvl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya