SCOOP diakuisisi Kompas Gramedia, ini pengakuan foundernya!
Merdeka.com - Kelompok Kompas Gramedia baru saja mengakuisisi platfrom majalah digital Scoop. Hasil akuisisi ini diumumkan oleh kedua belah pihak pada Jumat (16/12).
Mengapa Scoop dijual ke Kompas Gramedia?
Willson Cuaca, pendiri sekaligus CEO Scoop, mengaku kini Kompas Gramedia pemilik 100 persen Scoop, dari sebelumnya hanya pemegang saham minoritas. Kelompok usaha besar di bisnis media ini pernah sudah masuk sebagai investor Scoop pada 2013 dengan menyetor uang sejumlah 3 juta dollar AS, sejak platform ini dikembangkan pada 2011.
Kata Willson yang juga Managing Partner East Ventures, Scoop dijual ke Kompas Gramedia karena dia percaya sama kelompok usaha lokal ini. Selain ingin Scoop lebih baik lagi di masa mendatang.
"Saya menjual Scoop karena Gramedia bisa membawa Scoop ke next level. Yang penting perusahaan bisa gede," kata Willson pada Merdeka.com lewat chat, Jumat malam.
Sayang, Willson tidak bersedia menyebutkan nilai transaksi akuisisi ini.
"Undisclosed", pungkas dia.
Saat ini Scoop sudah diunduh lebih dari 6 juta pengguna baik di App Store maupun Play Store. Platform ini telah menjalin kerja sama dengan 400 penerbit dengan memiliki katalog yang terdiri dari 50 judul koran, 30.000 judul buku, dan 800 judul majalah dalam format digital.
Andy Budiman, CEO Gramedia.com, sebelumnya mengaku tertarik mengakuisisi Scoop karena memiliki peran penting untuk memperkuat tawaran digital Kompas Gramedia di bidang media dan komersial. Ada kesesuaian strategi antara Gramedia.com dan Scoop yang akan memperkuat kedua platform.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya