Saling ejek di DotA, sebuah warnet dirusak sekelompok pemuda
Merdeka.com - Sejatinya, sebuah permainan dibuat dengan tujuan sebagai sarana refreshing atau melepas kepenatan para pemainnya. Namun, bagaimana jadinya jika game malah menimbulkan kekacauan?
Hal ini terjadi di Filipina pada awal Februari lalu. Karena saling ejek dalam game online DotA, dua kelompok pemuda sampai bertengkar dan merusak sebuah warnet.
Kisah ini sendiri dicatat secara runut oleh dua kamera CCTV di sebuah warnet di Manila. Awalnya, dua kelompok pemain yang berada di warung internet berbeda sedang memainkan DotA satu sama lain.
Namun, satu kelompok rupanya tidak terima dengan ejekan dari kelompok lainnya lewat game tersebut. Akhirnya, kelompok itu pun pindah dan menuju ruangan tempat lawannya sedang bermain.
Tanpa babibu, langsung saja kedua kelompok yang kebanyakan pemuda ini melampiaskan amarahnya. Kursi warnet berterbangan hingga merusak langit-langit warnet.
Masalah pun diredakan oleh pengelola warnet, bentrokan lanjutan pun tak terjadi. Namun, akibat hal remeh seperti ini, nampaknya kedua kelompok tersebut tak akan diperbolehkan main di warnet itu lagi.
(mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya