Salahkah cara Microsoft 'curangi' Google?
Merdeka.com - Larry Page, CEO Google, memiliki pandangan lain seputar masa depan industri teknologi. Menurutnya, ini saat yang tidak tepat bagi para pemegang kepentingan untuk saling menjatuhkan.
Seperti yang dilansir oleh Cnet (15/5), hal ini secara tidak langsung merujuk kepada Microsoft terhadap upaya kampanye hitam mereka terhadap Google. Seperti diketahui, Microsoft kerap menyatakan bahwa Google menipu pengguna dan seharusnya mereka segera beralih ke layanan Microsoft.
HAl ini sendiri terlihat dari apa yang Microsoft baru saja lakukan kemarin. Seperti diketahui, mereka menggunakan layanan Google Chat untuk memanjakan pengguna Outlook.com. Hanya saja, pengguna Google Chat tak akan bisa menggunakan Outlook.com secara langsung.
Hal ini pun dianggap sangat merugikan dan merupakan iklim yang tak sehat bagi industri teknologi. "Saya secara pribadi sangat sedih melihat perilaku industri ini. Jika Anda mengambil sesuatu seperti IM (instant messenger), kami akan memberikannya untuk bisa dikendalikan secara interoperatif selamanya. Namun, minggu ini Microsoft mengambil keuntungan ini. Ini sangar menyedihkan, Anda tak bisa menjadi benalu bagi perusahaan lainnya," kata Page.
Akibat hal ini, Page pun menganggap akan membunuh perkembangan dunia teknologi. "Web tidak berkembang secara cepat seperti yang diharapkan," sambut Page.
Dengan dominasi Google di dunia maya saat ini, memang sangat mudah bagi Page untuk mengatakan itu semua. Namun, patut rasanya pria berusia 40 tahun ini melihat apa yang telah dilakukan oleh perusahaannya.
Seperti diketahui, karena terlalu mendominasi, Google sendiri dianggap musuh bersama oleh para kompetitornya, termasuk Microsoft. Bahkan, beberapa layanan yang diberikan Google secara murah hingga gratis dianggap merupakan tindakan anti kompetitif. Akibat hal ini, layanan serupa yang disediakan pesaingnya pun tidak bisa bersaing dengan sehat.
Saat ini sendiri, Google hampir menguasai berbagai layanan yang ada, mulai dari mesin pencari, jejaring sosial, email, bahkan hingga smartphone dan layanan komputasi awan. Hal inilah yang memicu para kompetitor untuk berbuat nakal dengan mencurangi Google.
Kesimpulannya, tidak ada asap kalau tidak ada api, secara tak langsung, hal ini semua terjadi karena Google yang terlalu hebat. meski begitu, tidak tepat juga rasanya bagi para kompetitor untuk menjatuhkan sang raksasa dengan cara licik seperti apa yang dilakukan oleh Microsoft. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya