Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat bisnis digital operator lesu, Tri malah pede

Saat bisnis digital operator lesu, Tri malah pede Ilustrasi operator seluler. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Operator selular Tri nampaknya pede dengan langkah mereka menapaki bisnis digital. Mereka menganggap bisnis digital adalah masa depan. Di sisi lain, banyak operator selular macam XL dan Indosat yang mencoba-coba bisnis digital namun hasilnya tetap tekor. Selama beberapa tahun investasi, ternyata tak jua menunjukan hasilkan cuan.

Tri malah melihatnya berbeda. Mereka tetap akan menjajal bisnis digital namun dengan strategi yang tak seperti kompetitornya. Bila kompetitornya terbilang jor-joran melakukan kegiatan marketing, Tri justru akan sebaliknya. Menekan biaya marketing dengan memulai dari pelanggannya.

“Untuk marketingnya, kita pakai customer kita sendiri. Sehingga bisa kita blast informasi melalui pesan singkat dan bisa profiling data customer melalui big data. Gak harus lewat Google dan segala macam,” ujar M. Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama Tri kepada awak media, Selasa (13/6).

Dia pun membantah bila bisnis digital bukanlah sesuatu yang menjanjikan. Justru, jika strategi yang dilakukan sesuai, maka kemungkinan bisnis digitalnya itu akan sustainable.

Apalagi, pengalaman Hutchison sebagai holding company Tri yang memiliki venture capital yakni Horizons – investor pertama Facebook, sudah barang tentu mampu melangkah tepat di bisnis digital.

“Kalau saya lihat, sekarang ini sama kayak selular pas awal mula. Semua masih menanam. Bener, salah strategi pasti mati. Tapi kalau tepat, pasti akan sustainable. Makanya, kami punya target pasar milenial. Peluncuran platform bima+ belum lama ini itu bagian dari strategi membesarkan bisnis digital yang fokus pada target pasar,” ungkapnya.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP