Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah tak berotot, operator telekomunikasi aman hingga akhir tahun

Rupiah tak berotot, operator telekomunikasi aman hingga akhir tahun Ilustrasi uang. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Club4traveler

Merdeka.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar tentu saja berdampak pada semua sektor industri. Namun, menariknya, di sektor telekomunikasi, khususnya operator selular tidak menunjukkan gejala yang dikhawatirkan.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Alexander Rusli.

"Dalam jangka pendek itu tidak masalah. Tapi, kalau tahun depan misalnya capek tahun ini gak kita keluarkan, seperti yang kita rencanakan, dampaknya akan berbeda. Jadi kalau untuk bisnis ini, untuk jangka pendek gak masalah. Jangka pendek itu maksudnya sampai akhir tahun ini ya," ujarnya kepada Merdeka.com seusai diskusi mengenai Solusi Alternatif Dampak depresiasi Rupiah pada Industri Telekomunikasi Indonesia di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (7/9).

Lebih lanjut Alex mengatakan, jika dalam jangka waktu pendek, investasi dan segala macam kontrak dengan vendor sudah dijalankan, sehingga hingga tahun akhir ini operator telekomunikasi tak mengalami hal yang signifikan akibat depresiasi rupiah.

"Hanya saja yang masalah kan nantinya pada tahun depan. Nilai mata uang apa yang sekarang akan menentukan investasi di tahun depan. Di industri telko, itu ada rules of top investasi. Di Indonesia itu untuk investasi dari capek sekitar 28 sampai 30 persen" kata Alex.

Kendati begitu, dirinya pun sempat mengkhawatirkan jika nilai rupiah tak kunjung stabil, akan berdampak pada kualitas layanan operator telekomunikasi kepada para pelanggannya.

"Dampak panjang itu kualitas akan menurun," ungkapnya.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP