Roy Suryo: penyadapan marak setelah Indosat dikuasai asing
Merdeka.com - Roy Suryo kembali bersuara soal adanya potensi Indosat melakukan penyadapan terhadap SBY. Disebutnya, penyadapan pada presiden makin marak saat Indosat sudah tak lagi ada di tangan Indonesia.
Seperti yang dilansir oleh Antara (8/12), pakar telematika tersebut menduga penyadapan dilakukan bukan hanya untuk alasan politis saja, namun bisa juga menyangkut ekonomi. Hal ini dikarenakan penyadapan makin marak terjadi setelah Indosat dikuasai sepenuhnya oleh asing.
"Tapi, saya tidak ingin mengatakan itu zaman siapa presidennya, namun sejak Indosat dijual itulah penyadapan kian marak karena satelit Palapa berada di luar kendali," kata Menpora tersebut.
Roy sendiri menilai bahwa aksi penyadapan akan rentan terjadi jika penyedia infrastruktur tak lagi ada di tangan negara. Salah satunya adalah dengan adanya proses privatisasi PT Telkom ke tangan asing pada awal tahun 2000-an silam.
"Sejak satelit Palapa bukan milik Indonesia, sejak itulah penyadapan dilakukan. Indosat sendiri dilepas oleh Menteri BUMN Laksamana Sukardi pada tahun 2002," katanya.
Menurut Roy, pada saat masih dimiliki Indonesia saja, satelit Palapa milik Satelindo saat itu, telah menyadap pembicaraan sejumlah pejabat militer Indonesia hingga menyebabkan Timor Timur lepas dari Indonesia, apalagi sekarang dimiliki mayoritas asing.
Tuduhan Roy Suryo ini bukan hanya membuat gerah Indosat, tapi juga Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingat Indosat merupakan industri teknis di bawah instansi tersebut.
Menkominfo Tifatul Sembiring menilai Roy Suryo perlu membuktikan ucapannya terlebih dahulu dan jangan asal menuduh Indosat. "Bagaimana bisa menyadap, kan stasiun bmihya ada di Indonesia. Kalaupun sinyal sampai ke Australia pasti tidak bisa terbaca karena sangat rumit," katanya. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya