Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ramai-ramai bermimpi Indonesia punya Silicon Valley

Ramai-ramai bermimpi Indonesia punya Silicon Valley INISIATIF DNA. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohammad Nasir bermimpi membuat pusat inovasi teknologi seperti Silicon Valley dengan menggenjot riset Perguruan Tinggi, Evercoss juga mendambakan hal yang serupa melalui INISIATIF DNA (Device, Network, Application).

Tentu saja tak bisa disamakan dengan Silicon Valley yang ada di Amerika, tapi program INISIATIF DNA ini diharapkan bisa menjadi solusi terhadap persoalan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat ini terdapat lebih dari 11.000 SMK yang beroperasi di Indonesia. Namun, seringkali output- nya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan industri dan lapangan kerja yang ada.

Program atau kurikulum tepat guna menjadi kata kunci sukses sebuah SMK agar output-nya siap bertarung. Apalagi di era ICT sekarang ini, masyarakat bisa mendapatkan akses informasi yang tidak terbatas.

Dalam hal ini, Evercoss bekerjasama dengan yayasan pendidikan Meruvian ingin mendorong pendidikan berbasis ICT yang kreatif dan inovatif di SMK tanah air. Keduanya memberikan pelatihan kepada para guru dan murid di SMK dengan tema DNA (Device, Network, Application).

Ricky Tanudibrata, Chief Marketing Officer Evercoss mengatakan saat ini INISIATIF DNA sudah berlangsung untuk angkatan pertama di enam SMK Indonesia.

"Ke depannya kami akan menargetkan 100 SMK di Jawa Timur, 100 SMK di Jawa Tengah, 100 SMK di Jawa Barat dan 100 SMK di Sumatera," kata Ricky.

Salah satu hasil program INISIATIF DNA dipertontonkan di ajang pameran SMK NU dalam rangka Muktamar Nahdhatul Ulama di Jombang, Jawa Timur.

"Di ajang tersebut SMK NU sudah ada yang menghasilkan karya dari program yang kami lakukan," tegas Ricky kepada Merdeka.com, Kamis (6/8).

Pada tahap awal, bentuk kerjasama yang dijalin Evercoss dengan SMK adalah dengan cara memberi pelatihan selama satu minggu penuh kepada para guru SMK. Pelatihan diberikan secara intensif dan bersertifikat dari tim Evercoss dan Meruvian seputar topik DNA. Lalu, pihak

Evercoss dan Meruvian akan berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mengintegrasikan konten DNA yang telah diajarkan ke dalam kurikulum pendidikan siswa selama dua semester.

Selanjutnya, para guru akan mengajarkan topik DNA kepada para murid menggunakan fasilitas dan komponen yang sudah disediakan, sambil diawasi oleh pihak Evercoss dan Meruvian. Nantinya, para murid yang lulus juga akan menerima sertifikasi yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi di bidang Device, Network, dan Application.

"Harapannya, para siswa SMK akan memiliki pengetahuan dan kemampuan ICT yang cukup sebagai bekal di dunia kerja nanti. Mereka juga akan memiliki peluang meniti karir di Evercoss dan operator telekomunikasi yang bekerja sama nantinya dengan bekal ilmu DNA yang sudah didapatkan. Evercoss sendiri memiliki aspirasi untuk menghubungkan setiap insan masyarakat ke berbagai peluang dan kesempatan baru dengan menggunakan smartphone berkualitas, dan ini merupakan salah satu cara mencapai hal tersebut," ungkap Ricky.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP