Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria lebih ketergantungan dengan smartphone daripada wanita

Pria lebih ketergantungan dengan smartphone daripada wanita Ilustrasi pengguna smartphone. ©2013 Mashable.com

Merdeka.com - Kaspersky Lab belum lama ini merilis hasil temuan mereka yang menarik mengenai lamanya waktu orang-orang bertahan untuk tak memegang smartphone. Hasilnya ternyata, peserta penelitian yang berada di ruang tunggu sendirian rata-rata hanya mampu bertahan selama 44 detik sebelum mereka ‘menyerah’ menyentuh smartphonenya.

Yang lebih menarik berdasarkan hasil temuan mereka adalah ternyata pria lebih tak sanggup lama memegang smartphone dibandingkan dengan wanita. Pria hanya mampu bertahan lebih dari setengah waktu itu atau rata-rata hanya mampu bertahan selama 21 detik saja. Lain hal dengan wanita yang mampu menunggu selama 57 detik. Penelitian itu dilakukan Kaspersky Lab bersama dua universitas yakni, Universities of Würzburg dan Nottingham Trent.

"Penelitian menunjukkan bahwa pada kenyataannya kita terikat jauh lebih dalam lagi pada smartphone, dibandingkan yang kita sadari, dan telah menjadi sifat kedua kita untuk beralih ke smartphone ketika ditinggal sendirian bersama perangkat digital tersebut. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu. Kecepatan informasi dan interaksi yang disampaikan melalui perangkat digital ini membuatnya lebih dari sekedar teknologi semata, tetapi sudah seperti pendamping digital dan koneksi bagi kita ke dunia luar," ujar Jens Binder peneliti dari University of Nottingham Trent dalam keterangan resmi Kaspersky Lab, Jumat (15/7).

Selain itu, kedua universitas juga melakukan penelitian tambahan yang menunjukkan bahwa dorongan untuk memeriksa smartphone sebagai akibat dari rasa takut ketinggalan berita menarik di internet dan jejaring sosial dan takut tidak eksis atau fear of missing out (FoMo). Bahkan dalam survei yang menyertai penelitian ini, para peserta yang lebih sering menggunakan smartphone mengakui bahwa mereka memiliki tingkat FoMo yang lebih tinggi.

"Semakin sering peserta menggunakan smartphone, maka semakin mereka merasa takut ketinggalan berita menarik di internet dan jejaring sosial ketika tidak mengakses perangkat digital tersebut. Sulit mengatakan mana di antara keduanya yang menyebabkan hal tersebut – apakah kita menggunakan smartphone lebih sering karena kita merasa takut ketinggalan berita menarik di internet dan jejaring sosial dan/atau takut tidak eksis, atau apakah karena terlalu seringnya kita menggunakan smartphone sehingga memunculkan perasaan khawatir tersebut," ujar Astrid Carolus dari University of Würzburg.

(mdk/gni)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP