Presdir baru Fujifilm Indonesia: kamera digital jadi bisnis tradisional
Merdeka.com - Ingin mengembangkan bisnis baru di masa mendatang, perusahaan Fujifilm memilih presiden direktur baru untuk anak usahanya di Indonesia, PT Fujifilm Indonesia.
Noriyuki Kawakubo, yang bergabung di Fujifilm sejak 2010, dipilih sebagai orang nomor satu di Fujifilm Indonesia, menggantikan Masatsugu Naito, efektif sejak Agustus lalu. Selain menjadi Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Kawakubo-san juga menjabat sebagai General Manager Fujifilm Asia Pasifik (Head of Medical System Business).
Lantas apa visinya memimpin Fujifilm Indonesia?
Menurut Kawakubo, sejak 2016, seluruh bisnis Fujifilm sudah berada di bawah kendali PT Fujifilm Indonesia, yang sebelumnya di bawah manajemen PT Modern International selama beberapa dekade. Lini bisnis tersebut adalah divisi electronic imaging (kamera dan lensa), photo imaging (mesin pencetak foto, kertas foto, dan instax), graphic arts, medical, industrial product, dan life science (perawatan kulit).
Dikenal sebagai pabrikan kamera, Kawakubi bakal mendorong bisnis baru Fujifilm di Indonesia, yakni lini usaha medical, life science, dan industrial product. Sedangkan tiga lini bisnis lagi dipandangnya sebagai bisnis tradisional Fujifilm Indonesia.
"Di semua lini usaha tersebut, kami menargetkan pertumbuhan bisnis double digit di tahun mendatang dan menjadi nomor satu di Indonesia," ujar Kawakubo, saat media gathering di Jakarta, kemarin (27/9).
Dia mengincar lini bisnis barunya akan berkontribusi sama besar dengan lini bisnis tradisional terhadap pendapatan Fujifilm Indonesia. Saat ini lini bisnis tradisional masih mendominasi pendapatan usaha Fujifilm Indonesia.
"Dalam tiga hingga lima tahun mendatang, kami ingin porsinya seimbang 50 banding 50, sehingga sama dengan portofolio bisnis Fujifilm global," pungkasnya.
Perlu diketahui, di bisnis baru life scince, Fujifilm memiliki produk perawatan kulit dengan merek Astalift. Saat ini distribusi produknya masih terbatas di ritel modern di Jakarta, seperti Sogo, Lotte, dan lain-lain.
Fujifilm Indonesia merupakan anak usaha langsung Fujifilm Holdings Corporation, yang didirikan pada September 2011. Perusahaan juga memiliki kantor cabang untuk memasarkan usahanya di Indonesia, seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar, serta kantor representasi di Medan dan Palembang.
Pada tahun fiskal 2017, pendapatan usaha Fujifilm Holdings diperkirakan mencapai 2.322 miliar yen atau setara US$ 20,7 miliar.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya