Ponsel lawas masih digandrungi, operator telko cari peluang
Merdeka.com - Banyaknya smartphone yang beredar saat ini, bukan berarti jumlah pengguna smartphone lebih banyak dari ponsel lawas atau feature phone. Hal itu adalah fakta yang diungkapkan oleh Presiden Direktur dan CEO Indosat, Alexander Rusli. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih gandrung menggunakan ponsel lawas.
"Umumnya, feature phone itu komposisinya sekitar 70 persen, di beberapa kota bahkan sampai 80 persen masih pakai feature phone,” kata pria yang berkacamata ini kepada Merdeka.com di Jakarta, Senin (31/8).
Banyaknya pengguna ponsel lawas, bagi perusahaan yang dipimpinnya, bukanlah suatu hal yang sulit untuk bisa mencetak uang dari sekian banyaknya pengguna feature phone. Dirinya pun berpikir dengan menyediakan layanan value added service (VAS) berupa konten tambahan, setidaknya bisa menjadikan pundi-pundi uang bagi anak usaha Ooredoo itu.
"VAS itu pertumbuhannya masih tinggi, double digit tiap tahun. Pertumbuhan yang besar tersebut sejalan dengan tingginya pengguna feature phone di Indonesia. Pengguna feature phone itu biasanya masih pakai macam-macam konten tradisional seperti teks dan SMS,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Indosat baru saja menjalin kerjasama dengan tiga klub sepak bola internasional yaitu FC Internazionale Milano, Arsenal FC, dan FC Barcelona untuk memberikan layanan VAS Content, berita terkini, dan video bagi pelanggan pecinta sepak bola di Indonesia.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya