Poke, sarana mesum dari Facebook
Merdeka.com - Entah apa yang menjadi pertimbangan Facebook dalam merilis Poke. Beberapa pengamat mengatakan bahwa dengan dirilisnya aplikasi itu, maka aktivitas pornografi akan semakin marak.
Pada saat Snapchat dirilis pertama kali, banyak pihak mengecam startup serta aplikasi yang dibuatnya tersebut. Namun seperti tidak berkaca pada kejadian tersebut, Facebook dengan pengguna berjumlah jutaan ini justru membuat aplikasi sejenis.
Sebelum dirilis secara resmi, banyak pengamat khawatir bahwa Poke atau Snapchat versi Facebook itu akan membuat orang-orang mesum lebih suka cita lagi.
Hal tersebut dikarenakan dengan aktivitas mengintip salah satunya, sang pelaku tidak dapat dikatakan melanggar hukum karena tidak ada bukti. Dengan menggunakan Poke maka semua gambar atau video yang dikirimkan akan lenyap dalam hitungan detik.
Learning Seat (24/12) melansir bahwa tidak hanya orang-orang berpikiran mesum saja yang akan memanfaatkan aplikasi sext ini, namun ada kekhawatiran bahwa remaja juga akan menggunakan Poke sebagai ajang pamer 'dalaman' kepada pacar atau orang yang mereka kehendaki.
Psikolog sekaligus guru dari Sydney, Australia, Collet Smart mengatakan bahwa Poke dan Snapchat adalah salah satu jalan baru yang dapat digunakan oleh pelaku tindak kejahatan.
Walaupun foto yang dikirimkan tersebut dapat hilang dalam hitungan 5-10 detik, namun ada kemungkinan seseorang akan mengambil screenshot foto tersebut secara cepat sebelum gambar itu hancur dengan sendirinya.
Bahkan sampai saat ini belum ada press release secara resmi dari Facebook seputar proses kerja Poke. Apakah Facebook hanya bertugas sebagai penjebatani pengiriman foto ataukah foto yang dikirimkan juga akan tersimpan di server situs jejaring sosial satu ini. (mdk/das)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya