Platform majalah digital Scoop akhirnya dijual ke Kompas Gramedia
Merdeka.com - Layanan majalah digital Scoop diakuisisi kelompok Kompas Gramedia. Selanjutnya platform ini akan melengkapi Gramedia.com, platform e-commerce milik Kompas Gramedia.
Saat ini Scoop sudah diunduh lebih dari 6 juta pengguna. Ini hasil kerja sama dengan 400 penerbit dengan memiliki katalog yang terdiri dari 50 judul koran, 30.000 judul buku, dan 800 judul majalah dalam format digital.
Scoop dirilis pada 2011 sebagai salah satu perintis perusahaan mobile-first di Indonesia. Hingga kini Scoop cukup berhasil sebagai aplikasi majalah digital baik di App Store maupun Google Play Store. Scoop juga berhasil menjadi satu-satunya aplikasi lokal berbayar yang menduduki posisi top grossing di App Store.
Willson Cuaca, pendiri sekaligus Chief Executuve Officer (CEO) Scoop, menjelaskas perihal akuisisi Kompas Gramedia yang sejatinya sudah pernah investasi di Scoop pada 2013. "Ini adalah perjalanan panjang untuk Scoop dan tim. Akuisisi ini akan mengakselerasi integrasi antara Scoop dan Kompas Gramedia," ujar Willson dalam keterangan pers pada Merdeka.com, Jumat (16/12).
Sayang Willson yang belum bisa dihubungi pada pagi ini untuk meminta keterangan lebih detail soal akuisisi ini. Seperti berapa nilai akuisisi ini, berapa persen saham yang diakuisisi, dan lain-lain.
Andy Budiman, CEO Gramedia.com, mengaku tertarik mengakuisisi Scoop karena memiliki peran penting untuk memperkuat tawaran digital Kompas Gramedia di bidang media dan komersial. Ada kesesuaian strategi antara Gramedia.com dan Scoop yang akan memperkuat kedua platform ini.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya