Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pixel Perdana janji ekspansif soal pemasaran TV Philips di Indonesia

Pixel Perdana janji ekspansif soal pemasaran TV Philips di Indonesia TV Phillips 6100 Series. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah menjadi distributor resmi produk TV merek Philips di Indonesia, PT Pixel Perdana Jaya siap melakukan ekspansif pemasaran TV Philips di dalam negeri.

Andre Sastrawijaya, Presiden Direktur Pixel Perdana Jaya, menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan jaringan distribusi TV Philips di sembilan kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, dan Makassar. Sementara dari sisi produk, disiapkan beberapa varian baru TV Philips dengan berbagai dimensi layar dan fitur, seperti Digital TV, Smart TV dan Ultra HD yang siap diluncurkan hingga akhir tahun ini. Dengan segala rencana tersebut, perusahaan menargetkan penjualan TV Philips menjadi lima besar di pasar Indonesia.

"Dengan berbagai persiapan dan keluasan jangkauan pemasaran melalui kehadiran perwakilan kami dan pilihan produk yang memudahkan masyarakat untuk memilih sesuai kebutuhan, kami yakin TV Philips semakin mendapat tempat di masyarakat Indonesia," ujar Andre dalam rilisnya, Kamis (29/9).

Sementara PT Pixel Perdana Jaya selama ini dikenal sebagai distributor perangkat elektronik rumah tangga berbagai merek di Indonesia. Berdiri sejak 2007, perusahaan ini memiliki jaringan distribusi yang tersebar di pasar tradisional, modern, dan online, sepeprti Carrefour, Electronic City, Electronics Solution, Best Denki, Courts, White Brown, Lazada, Mataharimall.com, dan Blibli.com.

Pixel Perdana Jaya menyiapkan dua unggulan varian baru TV Philips, yakni seri 6100, dengan bentang layar 43 inci dan 49 inci. Untuk memboyong kedua TV ini, Philips membanderolnya dengan harga ritel Rp 6,499 juta per unit untuk 43 inci dan Rp 7,999 juta untuk 49 inci.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP