Pinjaman dana Rp 875 miliar garap palapa ring barat cair
Merdeka.com - Pendanaan proyek palapa ring barat dari bank sebesar Rp 875 miliar akhirnya dapat berjalan sepenuhnya. Setelah 5 bulan melewati serangkaian proses pemenuhan pembiayaan dan persyaratan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) selaku Penanggung Jawab Kerjasama (PJPK) telah menyatakan kerjasama ini efektif.
Kepastian pencairan dana itu terwujud dalam penandatangan surat pernyataan efektif perjanjian kerja sama proyek antara Kominfo sebagai penanggung jawab proyek, dan PT Palapa Ring Barat selaku pemenang tender.
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, proyek palapa ring barat sebetulnya sudah jalan dengan menggunakan kas pribadi PT Palapa Ring Barat.
"Jadi begini, sebetulnya proyek ini sudah jalan sebelum dana cair karena 20 persen pakai uang sendiri," ujarnya ketika ditemui awak media di Gedung Kemkominfo, Kamis (11/08).
Penandatanganan Surat Pernyataan Efektif ini juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Palapa Ring Barat, Syarif Lumintarjo. Sebelumnya, pinjaman dana Rp 875 miliar pembangunan proyek palapa ring barat didapatkan dari Bank Mandiri. Sementara, nilai total proyek palapa ring barat sebesar Rp1,28 triliun. Kredit investasi berjangka waktu delapan tahun dengan masa tenggang dua tahun tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan jaringan fiber optik di lima kota/kabupaten di Kepulauan Riau.
Secara teknis, proyek Palapa Ring ini dibagi menjadi tiga paket, yakni paket barat, tengah, dan timur. Paket barat dimenangkan oleh Konsorsium Mora Telematika dan Ketrosden Triasmitra. Sementara itu, paket tengah dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima yakni PT LEN, PT Teknologi Riset Global Investama, PT Sufia Technologies, PT Bina Nusantara Perkasa, dan PT Multi Kontrol Nusantara. Kemudian di paket timur dimenangkan oleh konsorsium Moratelindo – IBS – Smart Telecom.
Proyek Palapa Ring ini merupakan proyek besar pembangunan jaringan utama di seluruh wilayah Indonesia untuk bisa terkoneksi dengan internet sekaligus target Rencana Pita Lebar Indonesia 2014 hingga 2019. Nantinya, masyarakat pedesaan bisa menikmati internet dengan kecepatan 10 Mbps dan 20 Mbps bagi masyarakat perkotaan.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya