Pernah beri beasiswa, Kemkominfo sangat menyesalkan kebohongan Dwi Hartanto
Merdeka.com - Dwi Hartanto, mahasiswa S3 dari Technische Universiteit Delft, Belanda, asal Indonesia tengah ramai diperbincangkan. Sebab Dwi berbohong mengaku memiliki sejumlah prestasi.
Dalam kebohongannya itu, Dwi tak tanggung-tanggung mengaku tengah merancang jet tempur generasi ke-6 yang bakal jauh lebih canggih dibanding pesawat jet saat ini.
Dia juga mengaku memenangkan lomba riset Space Craft and Technology di Jerman dan mengalahkan sejumlah ilmuwan dari negara lain. Namun, semuanya itu hanyalah bualan semata.
Selain itu, dia juga mengaku beasiswa yang diraihnya saat menempuh pendidikan S2 di universitas yang sama, didapatkan dari pemerintah Belanda. Padahal beasiswa itu dia dapatkan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Pihak Kemkominfo pun menyesali tindakan yang dilakukan oleh Dwi Hartanto. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Kemkominfo, Basuki Yusuf Iskandar.
"Saudara Dwi Hartanto adalah termasuk salah satu penerima beasiswa Kominfo tahun 2007-2009. Karena prestasi S2 bagus, mendapatkan S3 dari Delft. Kita sangat menyesalkan atas ketidakjujuran dari yang bersangkutan yang seharusnya kejujuran harus dijunjung tinggi, terutama di dunia akademis," katanya melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Senin (9/10).
"Saudara Dwi Hartanto sudah menjadi alumni beasiswa Kominfo sejak tahun 2009, jadi beasiswa dari Kominfo dihentikan sejak yang bersangkutan selesai S2 tahun 2009," tambah dia.
Karena merasa bersalah, Dwi Hartanto pun mengutarakan pernyataan resminya atas kebohongan yang dilakukannya. Dia mengakui memberikan informasi yang tidak benar, tak akurat dan cenderung melebih-lebihkan, khususnya soal prestasinya di bidang dirgantara dan keilmuan soal roket.
"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya," kata Dwi seperti dimuat dalam halaman PPI Delft. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya