Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjelasan ilmiah mengapa foto makanan di Instagram bikin 'ngiler!'

Penjelasan ilmiah mengapa foto makanan di Instagram bikin 'ngiler!' Ilustrasi fotografi makanan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Membagi foto makanan yang akan kita makan di jejaring sosial seperti Instagram, Twitter, ataupun Path, tak ayal jadi fenomena yang baru. Banyak yang merasa mengganjal ketika datang ke sebuah resto dengan penyajian makanan yang unik, tapi tidak memotretnya terlebih dahulu.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dari sebuah penelitian di tahun 2012 yang dipublikasikan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, disimpulkan bahwa hanya dengan melihat foto makanan, sudah cukup untuk tubuh manusia merilis hormon ghrelin, sebuah hormon yang mengisyaratkan rasa lapar.

Hal ini juga dipengaruhi oleh mekanisme kerja otak manusia yang cukup kompleks. Menurut Gabriella Petrick, seorang professor Nutrisi dan Studi Makanan di George Mason University, hanya dengan berpikir kita sedang melempar bola bisbol, otak kita bereaksi seakan-akan kita benar-benar melempar bola bisbol.

"Ketika kita makan sesuatu, beberapa bagian di otak manusia bereaksi secara berbeda. Tak hanya rasa, otak kita juga akan menyimpan bentuk, suara, dan berbagai hal yang mengkonstruksikan makanan tersebut," ungkapnya. Hal inilah yang membuat otak kita 'terpanggil' hanya dengan melihat foto di Instagram.

Selain dari aspek ilmiah yang terkait dengan reaksi otak dan mekanismenya terhadap visualisasi makanan, ternyata aspek lain juga mempengaruhi kecintaan kita terhadap foto makanan di sosial media yang sering disebut 'foodporn' ini. Hal ini meliputi tingkat kepentingan aktivitas makan yang merupakan hal primer dalam kehidupan, hingga sifat manusia yang ingin mencoba hal baru dan mengikuti tren. (mdk/idc)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP