Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengadilan Prancis anggap Twitter hina kaum Yahudi

Pengadilan Prancis anggap Twitter hina kaum Yahudi Twitter. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Seperti yang pernah diberitakan beberapa saat lalu, akibat dianggap menyinggung perasaan warga Yahudi di Prancis, Twitter dituntut ke meja hijau. Kini, pengadilan pun bertindak tegas dan meminta Twitter untuk mengungkap siapa orang dibalik kejadian tersebut.

Dilansir dari Cnet (13/6), hal ini diketahui dari harian Le Monde yang mengikuti jalannya sidang pada Rabu lalu. Dikatakan, pihak urusan banding Pengadilan Paris menggagalkan permintaan Twitter agar masalah ini tak dilanjutkan.

Pasalnya, Twitter menganggap ini semua tak perlu diproses secara hukum karena tak seharusnya sebuah kicauan dipermasalahkan kecuali memang dilarang di negara tersebut. Namun, pihak pengadilan berpendapat lain dan bersikukuh agar sang pengicau menampakkan dirinya.

Seperti diketahui, Twitter mendapati masalah ini lantaran pada Oktober lalu mengunggah sebuah kicauan resmi anti-semitik di Prancis. Hal ini pun membuah beberapa warga keturunan Yahudi di sana geram lantaran Twitter menuliskan hashtag yang berarti 'Seorang Yahudi yang baik adalah Yahudi yang sudah mati'.

Karena mendapat banyak kecaman, Twitter pun kemudian menghapus kicauan tersebut. Namun, masalah tak berhenti sampai di situ. Warga yahudi yang diwakili oleh Union of Jewish French Students (UEJF) memperkarakan masalah ini sehingga dipersidangkan di Pengadilan Paris.

Akibat hal ini, Twitter dituntut ganti rugi sebesar USD 50 juta. Selain itu, pihak pengadilan juga meminta orang yang menuliskan tweet tersebut dihadirkan sebagai saksi.

Usai persidangan lalu, dalam sebuah situs, UEJF mengatakan bahwa Twitter harus mengikuti apa yang diperintahkan oleh pengadilan. "tujuan kami adalah untuk menghentikan tindakan rasisme dan anti-semitik di Internet. Twitter pun harusnya bekerjasama dalam masalah ini," tulis UEJF.

Sementara itu, di lain pihak Twitter merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pengadilan. "Kami kecewa dengan pengadilan yang tak mau mendengarkan pembelaan kami. Kami sedang memikirkan apa langkah selanjutnya, termasuk kembali melayangkan pembelaan," kata seorang perwakilan dari Twitter. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP