Peneliti: 'Dicuekin' di Facebook bisa membuat orang depresi
Merdeka.com - Apakah Anda termasuk orang-orang yang sering update status di Facebook? Lalu, apabila update-update tersebut tidak direspon, apakah Anda merasa terkucilkan dan tidak dianggap?
Jika jawabannya 'iya', berarti Anda cukup normal. Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi University of Queensland, Australia, diacuhkan di Facebook telah menjadi salah satu hal terburuk yang dapat menimpa manusia.
Menurut lansiran oleh Cnet (11/5), penelitian pertama menunjukkan kelompok yang hanya diperbolehkan 'memantau' Facebook tanpa boleh posting apapun sama sekali cenderung mengalami depresi dan penurunan rasa percaya diri. Hal ini berbeda dengan kelompok lain yang diperbolehkan meng-update status, mereka menjadi terlihat lebih bahagia.
Di penelitian kedua, para peneliti sengaja memperbolehkan semua partisipan mengakses Facebook dengan bebas. Tapi, tanpa sepengetahuan peserta, sebagian komputer sengaja di-set untuk tidak bisa menerima komentar atau 'jempol' dari pengguna akun lain. Akibatnya, mereka merasa tak dianggap serta memendam rasa iri terhadap partisipan lain yang bisa dengan mudah berbalas komentar atau mendapatkan 'Like' dari teman-temannya.
Lebih lanjut, laporan ini menjelaskan bahwa sekali kita masuk ke dalam lingkungan jejaring sosial, maka tanpa sadar kita akan merasa dituntut untuk terus berpartisipasi aktif jika tidak ingin 'dicuekin.'
Oleh karena itu, timbul rasa 'perlu' untuk menambah daftar teman, seringkali hingga meng-add orang-orang yang tidak dikenal sekalipun. Semua itu dilakukan hanya untuk mendapatkan 'Like' atau 'Comment.' Apakah Anda mengalami hal yang sama?
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya