Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pendiri Kaskus: Semua pemain industri internet harus bayar pajak

Pendiri Kaskus: Semua pemain industri internet harus bayar pajak CCO Kaskus Andrew Darwis. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kabar Google menolak untuk diperiksa pajak oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan membuat petinggi Kaskus angkat bicara. Founder Kaskus, Andrew Darwis mengatakan, sudah semestinya semua pemain internet baik dari lokal maupun global harus diperlakukan sama di mata hukum, terutama soal pajak.

"Ini kan supaya fair saja. Jadi ya, kalo bisa semua pemain di industri internet di perlakukan sama dari sisi pajak," ujarnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Jumat (16/09).

Dikatakannya, kondisi saat ini lantaran pemerintah saat itu belum terpikirkan bagaimana cara memungut pajak dari Google. Namun ketika sudah mengetahui perputaran transaksi digitalnya ternyata tak membayar pajak, barulah hal itu dipikirkan. Pihak Google pun nampaknya kalang kabut saat dimintakan pajak.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), perputaran uang iklan digital dari Indonesia itu bernilai sebesar USD 800 juta atau setara dengan Rp 10,6 triliun pada tahun lalu. Namun sayangnya, Indonesia tak kecipratan berkah dari pajak transaksi iklan digital Over The Top (OTT) global, seperti Google, Facebook Yahoo, dan Twitter.

"Google mungkin selama ini belum pernah di mintain. Jadi sekarang lagi kebingungan," candanya.

Sebagaimana diketahui, Google enggan diperiksa mengenai pajaknya di Indonesia. Hal ini diketahui manakala pihak Google memulangkan surat perintah pemeriksaan pajak dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Alasan itu, hingga saat ini belum diketahui jelas. Peningkatan penyelidikan lebih mendalam terhadap Google, akan dilakukan paling cepat pada akhir bulan ini.

Tak hanya Google saja, pemerintah juga telah meminta kepada tiga perusahaan raksasa internet seperti Yahoo, Twitter, dan Facebook untuk diperiksa mengenai laporan pajak. Sementara itu secara terpisah, dilansir dari Reuters, Kamis (15/09), pihak Google Indonesia mengatakan, akan tunduk pada aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia.

"Kami terus bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang setempat dan membayar semua pajak yang berlaku," kata juru bicara Google Indonesia.

(mdk/bbo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP