Pegiat ICT: Badan Siber Nasional segera dipercepat
Merdeka.com - Penyerangan virus WannaCry di dua rumah sakit di Indonesia, RS Dharmais dan RS Harapan Kita, menjadi perhatian seluruh pihak. Tak terkecuali Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Ransomware jenis baru ini meyandera data-data penting yang harus ditebus dengan harga tertentu dan dalam waktu yang telah ditentukan.
Kejadian ini, menyiratkan betapa pentingnya siber security di era digital semacam ini. Pegiat ICT dari ICT Watch Donny BU, mengutarakan dengan kejadian ini maka selayaknya pemerintah mempercepat adanya Badan Siber Nasional.
Dengan adanya Badan Siber Nasional, maka koordinasi yang dijalankan bisa terpusat. Saat ini koordinasi yang dilakukan masih bersifat organic.
“Makanya, ke depan harus ada Badan Siber Nasional agar ada petunjuk pelaksanaan dan teknis. Sehingga dapat cepat direspon ketika ada informasi seperti ini. Saat ini kan kita baru organic koordinasinya. Koordinasi sama Kemkominfolah dan ID-SIRTII,” kata Donny saat ditemui di sela-sela konferensi pers terkait perihal malware Wannacry ini, Minggu (14/5).
Sepengetahuan dia, saat ini Badan Siber Nasional tengah disiapkan Keputusan Presiden (Keppres) oleh pemerintah. Donny pun belum mengetahui detail kapan rencana Keppres tersebut ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo.
“Kata Pak Menkominfo sedang disiapkan Keppres-nya untuk Badan Siber Nasioanl,” kata Donny.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya