Pasca kecelakaan, Google patenkan pendeteksi bus pada mobil otomatis
Merdeka.com - Sudah sebulan sejak mobil otomatis dari Google menabrak sebuah Bus di Mountain View, California. Berdasarkan hal ini, Google pun akhirnya belajar dari kesalahan.
Dilansir dari Recode (14/3), mobil otomatis Google telah menemukan sebuah alat yang dapat menghindar dari Bus. Pada 8 Maret lalu, beberapa peneliti dari Google mematenkan sebuah teknologi bernama "Pendeteksi Bus untuk Kendaraan Otomatis." Paten ini berisi detil spesifik dari teknologi yang dapat melacak sebuah bus dari ukuran dan warnanya. Secara khusus, alat ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi bus sekolah, yang mempunyai ukuran lebih besar dan berwarna kuning.
Sebenarnya, teknologi ini sudah dikembangkan sejak 2014 silam, namun baru dipatenkan baru-baru ini karena kecelakaan yang terjadi. Meski kecelakaan bulan lalu tersebut melibatkan bus kota, bukan bus sekolah, namun paten tersebut menandakan pentingnya keselamatan mobil otomatis di jalan, ketika sudah beroperasi nanti. Tidak akan ada yang menginginkan mobil tersebut nantinya akan benar-benar menabrak bus sekolah bukan?
Hal ini pun disampaikan Google dalam event SXSW 2016 minggu lalu. Chris Urmson, direktur dari unit mobil otomatis Google, menyatakan bahwa Google telah menjalankan 3.500 kali uji coba dengan alat pelacak bus tersebut, untuk memastikan kejadian serupa atau lebih buruk akan 'terjadi lagi.'
Bulan lalu, Google menyatakan bahwa kendaraan otomatis berupa Lexus RX450h yang sedang berjalan dengan kecepatan rendah, menabrak bus yang juga dalam kecepatan rendah. Kronologisnya, bus tersebut sengaja memelankan diri untuk mempersilakan mobil otomatis untuk lewat. Namun seketika, mobil Google yang ada dalam mode otomatisnya, tiba-tiba masuk ke lajur tengah dan menabrak bagian samping bus. Hal ini menyebabkan kerusakan pada spakbor depan, sensor pengemudi, dan roda belakang pada mobil otomatis.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya