Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakai layanan 4G terasa boros? Mungkin ini penyebabnya!

Pakai layanan 4G terasa boros? Mungkin ini penyebabnya!

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan bersama seluruh operator selular pada Desember tahun 2015 lalu, telah meresmikan layanan 4G LTE di frekuensi 1.800 Mhz. Dengan layanan ini, dipastikan masyarakat bisa berselancar internet dengan cepat.

Namun ternyata, masih ada yang beranggapan bahwa dengan berpindah ke 4G, justru pemakaian datanya terasa boros jika dibandingkan dengan 3G atau 3,5G. Benarkah demikian?

Dikatakan Vice President Technology Relations and Special Project, Smartfren, Munir SP, anggapan itu lantaran sebetulnya konsumen belum memahami betul bagaimana cara kerja layanan 4G ini. Pada dasarnya, dilihat dari kecepatan, sudah pastinya berbeda dengan 3G maupun 3,5G. Kemungkinan karena masih terbiasa dengan pola penggunaan 3G sehingga manakala menjajal layanan 4G, kebiasaan lama masih dibawa.

"Nah, perubahan ini yang masih belum sepenuhnya diadaptasi oleh para pengguna," kata Munir saat acara peluncuran produk Andromax terbaru di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, untuk Smartfen saja, jaringan 4G LTE Advance bisa menembus kecepatan 300Mbps. Sedangkan jaringan 3,5G hanya memiliki kecepatan maksimal 14,4Mbps. Perbedaan signifikan kecepatan itu hampir 30 kali lipat. Ia pun mencontohkan saat pemakaian YouTube.

"Kalau pakai jaringan lama kan baru masuk beberapa saat, yang ter-buffer paling baru sepertiga total video. Kalau memakai jaringan 4G, baru beberapa saat saja bisa jadi sudah terbuffer 100 persen. Jadi, kalau misalnya di jaringan 4G nonton YouTube beberapa saat saja sudah bosan, ganti yang baru lagi kan jadi boros. Nah ini yang harus dipahami oleh pelanggan," ujar Munir yang dikutip dari laman Money.id.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP