Pabrik Honda tutup sehari gara-gara WannaCry
Merdeka.com - Setelah bulan lalu, Virus WannaCry heboh menyerang layanan publik di beberapa negara termasuk Indonesia, kini malah ransomware itu kembali bergentayangan. Dilaporkan Reuters, Rabu (21/6), salah satu pabrik milik Honda di Sayama, Tokyo, terpaksa dihentikan lantaran diserang malware tersebut.
Kejadian penghentian pabrik di Tokyo itu berlangsung hanya sehari dan langsung ditindak lanjuti. Padahal sebelumnya, pihak Honda telah melakukan langkah untuk mengamankan sistemnya pada pertengahan bulan Mei.
Namun, apa daya malware itu lebih lihai menginfeksi seluruh jaringan komputernya yang ada di beberapa negara seperti Jepang, Amerika Utara, Eropa, China, dan sejumlah negara lain saat sehari sebelum salah satu pabriknya di Sayama dihentikan sementara.
Di pabrik itu, Honda memproduksi beberapa tipe termasuk sedan Accord, Odyssey Minivan dan Step Wagon. Tak tanggung-tanggung mereka harus merugi banyak lantaran output yang dihasilkan di pabrik ini bisa mencapai 1.000 kendaraan.
Secara total, setidaknya ada 200 ribu komputer di lebih dari 150 negara yang terinfeksi ransomware WannaCry. Meski Windows sudah menambal celah yang menjadi jalan masuk WannaCry, sejumlah ahli keamanan memperingatkan kalau versi terbaru WannaCry bisa saja kembali menyerang di masa yang akan datang.
Terbaru, muncul laporan dari sumber intelijen Inggris yang menuding bila serangan siber itu berasal dari Korea Utara. Intelijen Inggris pun membujuk para koleganya termasuk Amerika Serikat untuk satu suara bersamanya menuding Korea Utara adalah negara yang harus bertanggung jawab atas serangan WannaCry.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya