OVO Perluas Transaksi Non-Tunai di Bali
Merdeka.com - OVO meresmikan kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) untuk memperluas penetrasi transaksi non-tunai di Bali, khususnya bagi UMKM. Dalam penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur OVO Johnny Widodo dan Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di kantor Bank BPD Bali.
Di awal, kerja sama ini sebagai tahap awal kemitraan QR code OVO akan segera tersedia di gerai-gerai UMKM di pasar, layanan publik, dan tempat wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah atau Desa Adat yang ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 gerai. Untuk memastikan kemudahan transaksi, Bank BPD Bali bertindak selaku mitra resmi penyedia rekening settlement bagi para pelaku UMKM.
"Melalui sinergi ini, OVO and Bank BPD Bali siap membawa masyarakat Bali lebih akrab dengan transaksi non-tunai. Kami yakin bahwa transaksi non tunai di Bali seperti di pasar dan tempat wisata akan membawa kemudahan tak hanya bagi pengunjung, namun juga bagi pelaku UMKM. Sinergi ini akan terus dikembangkan untuk merangkul lebih banyak pelaku UMKM, serta merambah ke sektor lain seperti di universitas, sekolah, layanan publik, hingga pusat jajanan," ungkap Johnny Widodo, Direktur OVO dalam keterangannya, Selasa (26/2).
Sementara itu, menurut I Nyoman Sudharma, penting bagi pihaknya membawa ribuan pelaku UMKM di Bali menjadi bankable.
"Ini merupakan indikator penting dari inklusi finansial. Kami percaya bahwa perbankan, UMKM dan fintech perlu bersinergi dalam mewujudkan inklusi keuangan serta mendukung transaksi non tunai," terangnya.
Bank BPD Bali mengelola hampir keseluruhan tagihan pajak dan retribusi daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Bali. Sebagai pengelola keuangan daerah, Bank BPD Bali berharap melalui kerjasama ini dapat meningkatkan layanan bagi Pemerintah Daerah untuk kemudahan dan pilihan pembayaran pajak daerah seperti PBB, SIM, SKCK, dan lain-lain secara non tunai.
Selain itu, Bank BPD Bali juga mengelola kewajiban pembayaran SPP berbagai universitas dan sekolah dengan channel pembayaran mulai melalui teller sampai dengan e-Banking (Mobile dan Internet banking).
Saat ini OVO sudah tersedia di 115 juta perangkat di 303 kota di seluruh Indonesia dan menjadi satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, platform O2O dan e-commerce. OVO telah hadir di 90 persen mal di Indonesia, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir, jaringan rumah sakit terkemuka, dan mendukung layanan transportasi bersama Grab. (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya