Netizen ramai-ramai santuni anak Salim Kancil
Merdeka.com - Kasus yang menimpa Salim Kancil mendapatkan perhatian banyak pihak, termasuk netizen. Salim Kancil tewas lantaran dikeroyok akibat persoalan tambang pasir di Lumajang, Jawa Timur.
Lewat situs penggalangan dana Kitabisa.com, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) berhasil kumpulkan dana lebih dari Rp 42 juta dari 214 orang donatur untuk beasiswa anak Salim Kancil dan Tosan.
Aksi solidaritas ini juga digaungkan lewat laman Change.org yang sudah didukung lebih dari 50 ribu tandatangan. Selain itu aksi solidaritas Salim Kancil pun dilakukan di 24 kota.
Inisiatif ini diluncurkan oleh Walhi setelah berkoordinasi dengan TKPT (Tim Kerja Perempuan dan Tambang). Semula, dana yang ditargetkan adalah sebesar Rp 20 juta. Tetapi, berkat tingginya solidaritas dari netizen, total donasi mencapai lebih dari dua kali lipat, hingga Rp 42 Juta per 12 oktober 2015.
"Capaian yang luar biasa dan melebihi ekspektasi kami! Solidaritas lintas batas inilah yang menjadikan semangat perjuangan tetap hidup” ujar Voni perwakilan dari WALHI seperti keterangan resmi dari Change.org.
Salim Kancil diketahui meninggalkan 1 anak yang masih duduk di bangku SMP, sementara Tosan memiliki tiga anak, dua diantaranya masih sekolah, satu di SMA dan satu di SD.
Hingga saat ini (13/10), petisi berjudul “Pak Badrodin, usut pembunuhan berencana Salim Kancil” sudah didukung lebih dari 50 ribu tandatangan. Petisi ini ditujukan kepada Kapolri Badrodin Haiti, Pemda Kabupaten Lumajang, Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"Crowdsourcing dan crowdfunding, seperti Change.org dan Kitabisa.com ini, bisa menjadi wadah bagi netizen untuk berpartisipasi dan mengambil tindakan atas permasalahan sosial yang terjadi," kata Rhenald Kasali, praktisi bisnis dan akademisi.
(mdk/lar)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya