Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nasib TD-LTE akan sama dengan WiMax?

Nasib TD-LTE akan sama dengan WiMax? 4G-LTE. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Seperti tak belajar dari kesalahan yang sama, pemerintah tetap menjalankan time duplex-Long Term Evolution (TD-LTE) di pita 2,3 GHz berkonsep fixed, bukan mobile. Kesalahan ini sudah mulai terlihat dengan molornya implementasi TD-LTE tersebut sampai kuartal III tahun depan.

Apalagi, Sitra WiMax pun sudah menutup layanannya, menyusul Internux yang meski sudah meluncurkan Bolt yang mengusung teknologi 4G/LTE, namun urung mengomersialkannya bulan ini.

TD-LTE tetap menggunakan donggle dan PC atau laptop untuk mengaksesnya, tidak seperti LTE untuk seluler yang bisa menggunakan ponsel.

Sejumlah kalangan menilai teknologi netral yang diusung di pita 2,3 GHz tidak mengubah apapun, apalagi bila tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tetap dibebankan pada perangkat operator.

Karena yang netral hanya teknologinya, sedangkan aksesnya tetap fixed. Inilah yang membuat pemerintah dianggap tidak bisa belajar dengan kesalahan di WiMax. Wajar saja, karena pemerintah tentunya tak berani me-mobile-kan layanan operator di pita 2,3 GHz karena pasti akan menjadi pesaing berat bagi operator seluler 3G.

Kendala TD-LTE pada customer premises equipment (CPE), mengingat saat ini hanya China yang telah menerapkan TD-LTE di pita 2,3 GHz.

Seperti diketahui, sejak lelang penyelenggara pada 2009, WiMax tak kunjung jalan. Kendala ketersediaan perangkat dan adanya aturan TKDN menjadikan teknologi Internet nirkabel pita lebar itu jalan di tempat. (mdk/dzm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP